Urusan Suap Bansos, KPK Dalami Sangkaan Pemberian Uang ke Sejumlah Pihak di Kemensos

Urusan Suap Bansos, KPK Dalami Sangkaan Pemberian Uang ke Sejumlah Pihak di Kemensos

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial Covid-19 dari pihak swasta, Harry Sidabuke, Kamis (21/1/2021).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri megnatakan, Harry diperiksa perkara dugaan pemberian uang kepada sejumlah pihak di Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan proyek pengadaan bansos.

“Didalami keterangannya mengenai dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada pihak-pihak tertentu di Kemensos untuk mendapatkan proyek tersebut, ” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (22/1/2021).

Menangkap juga: Kasus Suap Bansos, KPK Dalami Pemberian Uang Kepada PPK Kemensos

Ali melanjutkan, Harry juga diperiksa soal cara untuk ikut serta di dalam proyek pengadaan bansos di Kemensos.

Selain Harry, KPK telah menetapkan empat simpulan lain dalam kasus ini yaitu mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, Matheus Joko Santoso dan Biasa Wahyono selaku pejabat pembuat kontrak (PPK) di Kementerian Sosial, beserta Ardian I M selaku bagian swasta.

Juliari diduga telah menerima uang sebesar Rp 17 miliar yang kemudian dimanfaatkan untuk keperluan pribadinya.

Uang tersebut diduga didapat sebab fee setiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial sebesar Rp 10. 000 per paket bansos senilai Rp 300. 000.

Baca juga: Geledah Rumah Dirjen Linjamsos, KPK Amankan Dokumen Terkait Kasus Suap Bansos