Waketum MUI Sebut Kasus Abu Janda Batu Ujian Pertama Kapolri

Waketum MUI Sebut Kasus Abu Janda Batu Ujian Pertama Kapolri

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Wakil Kepala Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai kasus pegiat media sosial Permadi Arya pedengan Abu Janda menjadi batu teguran pertama Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Parbowo.

Sebabnya, kata Anwar, kasus Abu Janda kini telah menyita perhatian umum sehingga banyak mata akan memperhatikan prosesnya.

“Oleh sebab itu menurut saya kasus Tepung Janda ini akan menjadi keras kepala ujian bagi Kapolri yang baru karena kasus-kasus Abu Janda ini akan menjadi alat ukur untuk masyarakat luas dalam menilai kerja Kapolri yang baru, ” introduksi Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

Mengaji juga: Besok, Bareskrim Juga Periksa Abu Janda soal Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai

“Untuk itu kita tunggu dan lihat saja tabiat dan tindakan dari Kapolri. Kami yakin sebagai Kapolri baru dia tentu akan bersikap dan tidak akan berdiam diri saja, ” lanjut Anwar.

Anwar menilai jangan sampai masyarakat merasakan ada ketidakadilan dalam sistem lembaga Indonesia, lantaran polisi memperlakukan Serbuk Janda berbeda dengan masyarakat yang lain dalam kasus yang sama.

Hal itu nantinya mau berujung pada rusaknya citra pemerintahan Presiden Joko Widodo dan cermin kepolisian lantaran mendiamkan kasus Lebu Janda.

“Karena kalau ada orang lain dengan melakukan hal yang serupa pihak kepolisian cepat sekali menangkap dan memprosesnya sementara kalau yang bersentuhan (Abu Janda) yang melakukannya yang bersangkutan kita lihat tetap merdeka dan bebas untuk cuap-cuap, ” ujar Anwar.

“Sehingga terkesan yang bersangkutan adalah orang yang dilindungi oleh pemerintah dan kepolisian sehingga yang bersangkutan tak terjamah oleh hukum. Hal itu tentu saja sangat kita sesalkan. Jangan gara-gara seorang Abu Janda susu sebelanga rusak dibuatnya, ” lanjut Anwar.

Baca juga: Besok, Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Abu Janda soal Twit Islam Arogan

Adapun saat ini polisi sudah menerima dua laporan terhadap Bubuk Janda. Pertama adalah laporan kepolisian yang dibuat Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) ke Bareskrim Polri, Kamis (28/1/2021).

Abu Janda dilaporkan dengan terkaan ujaran rasialisme lewat akun Twitter-nya terhadap mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.