Saat Jokowi Minta Luhut, Menag, Kapolri, hingga Panglima TNI Tegas perkara Implementasi PPKM

Saat Jokowi Minta Luhut, Menag, Kapolri, hingga Panglima TNI Tegas perkara Implementasi PPKM

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya tegas dalam mengimplementasikan pemberlakuan pemisahan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali.

Menurut Jokowi, implementasi kebijakan tersebut tidak efektif untuk menekan cepat penularan virus corona. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat terpatok di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/1/2021).

“Yang ingin saya dengar ialah implementasi lapangannya seperti apa, ” kata Jokowi, dikutip dari siaran pers setneg. go. id, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Jokowi Akui PPKM Tak Efektif Tekan Penularan Covid-19

“Mungkin belakang Kementerian Agama melibatkan tokoh-tokoh agamanya seperti apa, TNI seperti apa, di Polri seperti apa, serta Pak Menko nanti yang jadi bisa men- drive agar ini betul-betul lapangannya terjadi, ” tuturnya.

Berdasarkan tayangan YouTube Sekretariat Presiden, terlihat hadir dalam rapat tersebut Gajah Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.

Ada juga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Mengucapkan juga: Jokowi: Esensi PPKM Membatasi Mobilitas, Saya Lihat Ini Tak Tegas dan Konsisten

Secara khusus, Jokowi menodong Menko Luhut untuk sebanyak-banyaknya membawabawa pakar dan epidemiolog dalam mengumumkan kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19.

Jokowi berharap, kontribusi dan kerja sama para pakar akan menghasilkan kebijakan yang bertambah baik.

“Saya ingin Menko ajak sebanyak-banyaknya pakar epidemiolog agar dalam mendesain kebijakan banget bisa lebih komprehensif, ” ujarnya.

Menurut Jokowi, implementasi PPKM tak efektif lantaran pergeseran masyarakat selama periode 11 mematok 25 Januari 2021 masih agung. Akibatnya, kasus Covid-19 di sejumlah daerah masih mengalami kenaikan.

Baca juga: Jokowi Akui PPKM Tak Efektif Tekan Penularan Covid-19, Pengamat: Kok Pertama Sekarang?