Menristek: Pasien Covid-19 Gejala Berat 2, 5 Kali Lebih Mudah Sehat dengan Terapi Stem Cell

Menristek: Pasien Covid-19 Gejala Berat 2, 5 Kali Lebih Mudah Sehat dengan Terapi Stem Cell

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Menteri Riset & Teknologi ( Menristek) Bambang Brodjonegoro menyoroti dua metode untuk menolong seseorang yang terpapar Covid-19 biar kembali sembuh.

Besar metode itu yaitu melalui donor plasma konvalesen dan terapi stem cell .

Bambang mengatakan, kabar elok datang dari Universitas Indonesia (UI) yang sedang mengembangkan terapi Mesenchymal Stem Cell (MSC).

Disebutkan, terapi stem cell efektif membantu pasien Covid-19 dengan gejala mengandung.

Membaca juga: Mau Terapi Stem Cell? Boleh Saja, Asal Ketahui Zaman dari Mana Asalnya

“Dalam uji klinis membuktikan bahwa pasien yang mendapatkan Stem Cell 2, 5 kali lebih semoga sembuh pada kasus Covid-19 yang berat. Jadi ini bermanfaat bagi kasus yang berat, ” introduksi Bambang dalam rapat Komisi IX, Rabu (3/2/2021).

Bambang menjelaskan, stem cell bekerja dengan mengganti jaringan yang rusak di pada tubuh akibat virus coorna.

Saat ini, lanjut dia, terapi stem cell tengah diproses buat mendapatkan izin secara resmi untuk membantu pasien Covid-19 dengan fakta berat.

Stem cell ini yakni mengganti jaringan paru yang rusak akibat Covid-19, ” ujarnya.

Membaca juga: Wagub DKI: 1. 500 Orang Telah Donasikan Plasma Konvalesen di Jakarta

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, plasma konvalesen lebih efektif diberikan kepada pasien Covid-19 dengan gejala medium.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil uji klinis, donor plasma konvalesen lebih bagus berasal dari penyintas dengan gejala Covid-19 mengandung.

“Jadi sumbernya (donor plasma konvalesen) lebih bagus dengan berat dan penerimanya lebih cakap (gejala) sedang. Artinya, tingkat kesembuhannya 100 persen, kalau yang berat memang tingkat kesembuhannya tidak 100 persen, alias ada yang tentunya meninggal, ” pungkasnya.