Bukti: Juliari Batubara Rekomendasikan Kongsi Penyedia Tas Bansos Covid-19

Bukti: Juliari Batubara Rekomendasikan Kongsi Penyedia Tas Bansos Covid-19

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Adi Wahyono mengungkapkan, mantan Menteri Baik Juliari Batubara memberikan rekomendasi atas perusahaan penyedia tas ( goody bag ) bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Jabodetabek.

Adi mengungkapkan hal tersebut saat bersaksi lewat daring untuk perut terdakwa penyuap Juliari, yakni Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021).

“Saya tidak bisa memastikan siapa yang merekomendasi untuk ‘goody bag’, tetapi di kunjungan waktu saya dengar-dengar dengan mengarahkan ‘goody bag’ itu untuk pertama, Sritex dari Pak Menteri, nanti tanya saja ke Pak Menteri benar atau tidak. Ke-2 untuk perusahaan Kalifa lantaran Pak Sesditjen, Pak Royani, ” kata Adi saat sidang, Senin, dikutip dari Antara .

Menangkap juga: Saksi Sebut Pekerja Ahli Juliari Batubara Sokong Perintah untuk Hilangkan Cara Bukti

Saksi lainnya, pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso juga mengungkapkan petunjuk senada.

“Saat saya masuk sebagai PPK, penyedia ‘goody bag’ telah ada, seiring berjalannya zaman saya hanya mendengar saja itu arahan Pak Gajah karena pekerjaan yang kecil-kecil sedangkan untuk penyedia mulia lagi Kalifa kalau tak salah dengar adalah dari Pak Sesditjen, Pak Royani, ” ujar Joko di sidang yang sama.

Adapun Royani dengan dimaksud adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos saat itu, Mokhamad O Royani.

Joko pun mengucapkan ulang pernyataan Royani soal penunjukan vendor penyedia “goody bag”.

“Pak Royani sampaikan ‘goody bag’ untuk penyediaan sembako dari tahap 7-12 dari Kalifa dan Sritex, ” tutur Joko.

Baca juga: Saksi Membuka Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Menurut Joko, Sritex mulai menyediakan tas untuk bansos tahap 7-12 atau selama Agustus hingga November 2020.

Joko mengungkapkan, Kepala Sub Direktorat Penanganan Bencana Sosial dan Politik pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Baik sekaligus PPK Reguler Victorious Saut Hamonangan Siahaan menjadi koordinator untuk tahap 1-6.