Perjalanan Kasus Sjamsul Nursalim, Maka Buron Bersama Sang Orang, hingga Penyidikan Dihentikan KPK

Perjalanan Kasus Sjamsul Nursalim, Maka Buron Bersama Sang Orang, hingga Penyidikan Dihentikan KPK

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Sjamsul Nursalim ialah satu dari sederet tanda yang masuk dalam jadwal pencarian orang (DPO) Bayaran Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lebih dari utama tahun berstatus buron, kehadiran tersangka kasus korupsi Sandaran Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) itu belum diketahui.

Kabar terbaru, KPK justru menghentikan penyidikan kepada Sjamsul. Lembaga anti rasuah itu juga memberhentikan penyidikan terhadap tersangka lain bertanda benama Itjih Sjamsul Nursalim, istri Sjamsul.

“Hari ini kami mau mengumumkan penghentian penyidikan terpaut dugaan tindak pidana manipulasi yang dilakukan oleh tersangka SN (Sjamsul Nursalim) sebagai pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan ISN (Itjih Sjamsul Nursalim), ” kata Pemangku Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: KPK SP3 Kasus Sjamsul Nursalim, Pengacara: Jaminan Kepastian Kaidah Ini Akan Tingkatkan Keyakinan Investor

Menurut KPK, penghentian penyidikan kasus ini sudah sebati dengan peraturan perundang-undangan.

“Penghentian penyidikan itu sebagai bagian adanya keyakinan hukum dalam proses penegakan hukum sebagaimana amanat Pasal 5 UU KPK, yaitu ‘Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya KPK berasaskan di dalam asas Kepastian Hukum’, ” ujar Marwata.

“Penghentian penyidikan tersebut sesuai dengan ketentuan Pencetus 40 UU KPK, ” kata dia.

Sempat DPO

Mengenai tanda Sjamsul dan istrinya yang jadi DPO, pada 30 September 2019, Juru Bicara KPK saat itu, Febri Diansyah mengatakan, Sjamsul dan Itjih dimasukan dalam DPO atas statusnya sebagai simpulan dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Nusantara (BLBI).

“KPK mengirimkan surat pada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, u. p. (untuk perhatian) Kabareskrim Polri perihal DPO itu. KPK meminta bantuan Polri untuk melakukan pencarian simpulan SJN dan ITN, ” kata Febri dalam bukti tertulis, 30 September 2019.

Baca juga: Rekam Jejak Sjamsul Nursalim yang Dapat SP3 Pertama KPK