Menanti Pertemuan 'Ngopi-ngopi' AHY dan Moeldoko, Akankah Terealisasi?

Menanti Pertemuan ‘Ngopi-ngopi’ AHY dan Moeldoko, Akankah Terealisasi?

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Perseteruan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) & Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terkait kepemimpinan dalam Partai Demokrat diharapkan segera berakhir.

Semenjak isu ini mencuat pada awal Februari lalu, rumor perebutan kekuasaan di golongan Demokrat mendapat sorotan serta kritik dari masyarakat.

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai manuver politik yang dilakukan Moeldoko merupakan anomali politik dan demokrasi.

Baca serupa: Manuver Moeldoko: Anomali Politik dan Masalah Etika Berdemokrasi

Sejak perspektif demokrasi, peristiwa konvensi luar biasa (KLB) pada Deli Serdang tidak konvensional.

Sebab, KLB yang digelar oleh pertahanan pendukung Moeldoko itu tidak sesuai AD/ART, serta mempunyai pihak eksternal partai jadi ketua umum.

Sementara, peneliti Centre for Strategis and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengkritik soal etika di berdemokrasi.

Belakangan, permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat versi KLB ditolak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Lantas, kapan perseteruan ini akan berakhir?

Dalam wawancara ekslusif di program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (6/4/2021), AHY mengiakan terbuka jika Moeldoko mau bertemu.

AHY tak keberatan apabila Moeldoko ingin mengetahui lebih banyak tentang partai yang dia pimpin itu.