Kemenag: Shalat Tarawih di Langgar hanya Boleh Dilakukan pada Daerah Zona Kuning dan Hijau

Kemenag: Shalat Tarawih di Langgar hanya Boleh Dilakukan pada Daerah Zona Kuning dan Hijau

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Pelaksanaan shalat tarawih secara berjemaah pada masjid hanya boleh dikerjakan di daerah yang berkedudukan zona kuning dan zona hijau.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Departemen Agama (Kemenag) Fuad Nasar mengatakan, ketentuan itu sebati dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama tentang Pedoman Ibadah pada Ramadhan & Idul Fitri 1422 Hijriah.

“Shalat tarawih, witir, tadarus Al-Quran dan iktikaf hanya boleh dilaksanakan di masjid atau musala yang berada di zona aman, yakni zona kuning dan zona hijau, ” ujar Fuad saat menganjurkan paparan secara virtual di dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 nasional yang ditayangkan YouTube Pusdalops BNPB, pada Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Pertarakan Ramadhan Senin Besok, Shalat Tarawih Malam Ini

“Adapun, di daerah berstatus zona merah dan zona oranye tidak diperkenankan. Ini sudah positif disebutkan di dalam SE ya, ” tegasnya.

Fuat menuturkan, sebanyak poin yang harus diperhatikan dalam pengaturan kegiatan ibadah Ramadhan di zona damai.

Pertama, shalat lima waktu, tarawih, witir, tadarus, iktikaf dijalankan dengan pembatasan kehadiran jemaah, paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid & musala.

Selain itu, jemaah harus menerapkan protokol kesehatan yang benar ketat.

“Agar menjaga jarak aman satu meter antarjemaah dan di setiap jemaah wajib membawa sajadah dan mukena masing-masing, ” tutur Fuad.

Baca juga: Shalat Tarawih di Istiqlal Dibolehkan dengan Sejumlah Pembatasan

Kedua, pengajian, ceramah, tausiyah, kultum Ramadhan dan kuliah subuh dibatasi paling lama dengan periode 15 menit.

Ketiga, kegiatan sahur & buka puasa dianjurkan di rumah masing-masing bersama rumpun inti.