Pemerasan Perawat oleh Keluarga Penderita merupakan Ancaman terhadap Kesejahteraan Sistem Pelayanan Kesehatan

Pemerasan Perawat oleh Keluarga Penderita merupakan Ancaman terhadap Kesejahteraan Sistem Pelayanan Kesehatan

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengecam tindak kebengisan terhadap perawat di Sendi Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan yang terjadi Kamis (15/4/2021) lalu.

Ketua Umum PPNI, Harif Fadhillah mengatakan, peristiwa tersebut merupakan ancaman terhadap keamanan di tempat kerja dan sistem pelayanan kesehatan tubuh.

“Tindak kebengisan terhadap perawat yang medium menjalankan tugas profesinya adalah ancaman terhadap keamanan di tempat kerja dan bentuk pelayanan kesehatan. Kekerasan tersebut juga sangat dikecam masyarakat perawat seluruh dunia, ” kata Harif dalam tanda tertulis, Jumat kemarin.

Baca juga: Trending #SavePerawatIndonesia, Ini Jalan Penganiayaan Perawat di RS Siloam Sriwijaya

Harif mengatakan, pihaknya akan memimpin dan mendampingi perawat dalam menghadapi kasus itu & pelakunya agar dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang aci.

PPNI serupa mendorong pihak RS Siloam Sriwijaya mendampingi dan memimpin perawat yang menjadi personel di rumah sakit itu.

“PPNI juga mendesak pihak kepolisian cepat memproses laporan polisi yang telah dilakukan oleh perawat Christina Ramauli Simatupang sesuai ketentuan yang berlaku, ” kata Harif.

Ia menambahkan, peristiwa kebengisan terhadap perawat sudah kaum kali terjadi.

Karena itu, PPNI menyerukan kepada pemerintah dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan tubuh untuk menjamin lingkungan kerja yang kondusif bagi pembela dalam melaksanakan tugas profesinya.

“Termasuk di dalam aspek perawat tidak mendapatkan kekerasan fisik maupun mental dari pihak manapun sebab tugas perawat sangat baik kaitannya dengan keselamatan manusia, ” ujar Harif.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat di rumah rendah di Palembang, mengalami luka lebam di bagian wajah setelah mengalami kekerasan dengan dilakukan oleh keluarga penderita.

Rekaman video berisi kekerasan yang menimpa perawat tersebut viral pada media soail, setelah diunggah oleh sebuah akun di Instagram.

Di dalam video berdurasi 35 denyut itu, terlihat korban diselamatkan oleh rekan sesama perawat. Beberapa perawat lain membekukan pelaku, yakni seorang adam yang diketahui berinisial JT.