Pemerintah Perketat Pengawasan Penggunaan Instrumen Rapid Test Antigen

Pemerintah Perketat Pengawasan Penggunaan Instrumen Rapid Test Antigen

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com porakporanda Menteri Koordinator Pembangunan Pribadi dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan kendaraan rapid test antigen.

Pengawasan akan diperketat setelah terbongkarnya kasus penggunaan media rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

“Ini sedang kita benahi manajemen pengawasannya, pengendalian┬áperalatan-peralatan yang ada di lapangan. Besok beta akan ke Medan, mau saya cek lapangan tepat bagaimana sih ceritanya kok bisa terjadi, ” kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Fakta Terakhir Rapid Test Antigen Memakai Stik Bekas, Manajer Jadi Otak Kejahatan, 5 Bulan Beraksi Raup Rp satu, 8 Miliar

Terkait terbongkarnya penggunaan alat rapid test antigen bekas, Muhadjir mengaku sangat prihatin dan menyesalkan tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.

Ia mengatakan, kasus itu bakal menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan serta investigasi di tempat asing.

“Yang nyata pengawasannya akan kita perketat, ” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan Business Manager PT Kimia Farma, PC, dan empat pegawainya jadi tersangka kasus daur ulang alang rapid test antigen di Bandara Kualanamu.

“Para pelaku membikin, mendaur ulang stik untuk swab antigen . Stik ini sebab para pelaku, dikumpulkan lalu dicuci kembali, dibersihkan secara cara mereka sendiri kemudian dikemas kembali, dan dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melakukan tes swab pada bandara Kualanamu, ” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simamnjuntak.

Menangkap juga: Ada Kasus Juru bicara Tes Antigen Bekas dalam Bandara Kualanamu, Ini Kewaswasan Satgas Covid-19 Sumut

Panca menyebut, proses daur ulang itu tidak memenuhi syarat kesehatan tubuh dan itu tidak memenuhi standar data yang dipersyaratkan oleh UU tentang Kesehatan tubuh.