Polri Tetapkan Tujuh Tersangka Urusan Suap di Pemkab Nganjuk

Polri Tetapkan Tujuh Tersangka Urusan Suap di Pemkab Nganjuk

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Kepolisian Republik Nusantara (Polri) menetapkan tujuh simpulan dalam kasus suap berniaga beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, Jawa Timur.

Ketujuh tersangka itu yakni Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH), empat camat, satu mantan camat, serta satu ajudan Bupati Nganjuk.

Adapun Tumenggung Nganjuk ditetapkan sebagai tersangka dengan peran diduga menyambut hadiah atau janji.

“Bupati Nganjuk NRH, ini telah menerima ganjaran atau janji terhadap pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, ” kata Argo dalam konferensi pers pada Bareskrim Polri, dalam tayangan Kompas TV , Selasa (11/5/2021).

Baca juga: KPK-Polri Sita Rp 647, 9 Juta dari Brankas Bupati Nganjuk

Simpulan kedua adalah DR atau Dupriono yang merupakan Camat Pace. Tersangka itu memiliki peran diduga sebagai sponsor hadiah atau janji pada Bupati Nganjuk.

Kemudian, tersangka ketiga adalah ES atau Edie Srijato yang merupakan Camat Tanjunganom dan sebagai Plt Camat Sukomoro.

“ES diduga sebagai pemberi hadiah atau janji, ” ujar dia.

Tersangka keempat yaitu HY atau Haryanto merupakan Camat Berbek yang diduga sebagai pemberi hadiah atau kesepakatan.

Kemudian, BS atau Bambang Subagio dengan merupakan Camat Loceret secara peran diduga memberi hadiah atau janji.

Selanjutnya, TBW atau Tri Basuki Widodo yang ialah mantan Camat Sukomoro dengan peran diduga memberi ganjaran atau janji.