Seorang Deputi KPK Dinyatakan Tak Lolos TWK, Pernah Kontrol Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Seorang Deputi KPK Dinyatakan Tak Lolos TWK, Pernah Kontrol Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Institusi (PJKAKI) Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK) Sujanarko mengungkap, Deputi Koordinasi Supervisi Herry Muryanto masuk dalam daftar 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat Tes Paham Kebangsaan (TWK).

Ia menerangkan, saat menjabat sebagai Direktur Pengawasan Internal KPK, Herry ikut menilik Firli yang saat tersebut merupakan Deputi Penindakan KPK dan terjerat pelanggaran pandangan hidup.

“Sebelum jadi pimpinan KPK, waktu siap deputi kan gonjang-ganjingnya (Firli) banyak. Bahkan di privat juga sudah pernah dilakukan pemeriksaan terhadap Firli, ” kata Sujaranko dalam acara Youtube Haris Azhar berjudul “Ekslusif!! Pegawai Senior Mengajak Pimpinan KPK”, Selasa (11/5/2021).

Mengaji juga: Kisah Tata, Pegawai KPK, Seorang Gusdurian yang Dinyatakan Tak Lolos TWK

Kompas. com telah mendapatkan izin dari Haris Azhar untuk mengutip pernyataan di tayangan Youtube tersebut.

Sujanarko mengatakan, Firli diperiksa karena tersandung beberapa kasus. Namun, Sujanarko enggan menjelaskan terkait kasus apa Firli diperiksa.

“Tapi intinya gini, dengan dulu memeriksa, Direktur PI (Pengawasan Internal)-nya, namanya Herry Muryanto. Itu sekarang telah menjadi Deputi, dan tersebut masuk ke 75 karakter, ” ujarnya.

Lebih lanjut, tempat menilai bahwa 75 pegawai KPK yang tak lolos, termasuk dirinya memang padahal menangani sejumlah kasus luhur.

Kemudian, Sujanarko juga menyebut bahwa 75 pegawai itu pernah mempunyai konflik terkait dengan idealisme KPK.

“Saya pribadi memandang itu ada benarnya. Jadi memang kenyataannya, 75 orang itu beberapa orang yang sedang menangani kejadian besar. Kedua, terkonfirmasi sungguh orang-orang yang masuk bagian 75 itu yang pernah berkonflik, terutama terkait dengan idealisme KPK, ” jelasnya.

Menangkap juga: Kritik Pertanyaan TWK Pegawai KPK Seputar Petunjuk, PKS: Cacat Moral dan Potensi Pelanggaran HAM

Terkait pelanggaran etik, KPK memang sudah menyatakan mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firli Bahuri melakukan pelanggaran etik mengandung.