Pertimbangan Pelat Nomor Khusus Bagian DPR, Formappi: Mereka Merasa Harus Dikenal Publik

Pertimbangan Pelat Nomor Khusus Bagian DPR, Formappi: Mereka Merasa Harus Dikenal Publik

Uncategorized

JAKARTA, PETUNJUK. com – Pengkaji Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mempertanyakan urgensi adanya pelah lidah nomor khusus bagi bagian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Lucius ada, kebijakan itu merupakan kebobrokan karena dapat membuat bagian DPR mendapat keistimewaan masa sedang tidak melakukan tugasnya, termasuk apabila sedang melaksanakan pelanggaran hukum.

“Saya melihat ini bentuk kemunduran DPR yang ngerasa bahwa mereka harus dikenal oleh publik sebagai pejabat mentereng kapan dan di mana pun walaupun si anggota itu sedang melayani kejahatan seperti transaksi suap atau korupsi, ” sirih Lucius saat dihubungi Kompas. com , Jumat (21/5/2021).

“Karena menggunakan mobil plat khusus anggota DPR, ia mesti tetap kudu dihormati, polisi mesti membuka jalan, dan lain-lain, ” lanjut Lucius.

Lucius mengatakan, harus tersedia kepastian bahwa pelat cetakan khusus anggota DPR itu tidak akan memfasilitasi anggota DPR untuk melakukan kedurjanaan.

Membaca juga: Viral Foto Pelah lidah Nomor Khusus Anggota DPR, Bagaimana Aturannya?

Terima kasih telah membaca Kompas. com.
Dapatkan bahan, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, menurut Lucius, anggota DPR memiliki etika yang rendah, sehingga tidak mungkin plat organ khusus itu dapat memuluskan niat buruk para anggota DPR.

“Ini berkah yang diidamkan oleh anggota DPR yang semasa ini merasa ingin menyelenggarakan kejahatan tetapi kesulitan atau takut dihambat oleh bagian lain yang mungkin tak mengenalnya sebagai anggota lembaga terhormat, ” ujar Lucius.

Ia memasukkan, semestinya anggota DPR lumrah oleh publik karena melaksanakan fungsi-fungsinya selaku wakil kaum, bukan karena fasilitas dengan melekat pada mereka seperti pelat nomor khusus.

Ia pun menghargai, pelat nomor khusus untuk anggota DPR juga berniat untuk memberikan citra elok bagi anggota DPR dalam hadapan masyarakat.

“Kebijakan plat mobil khusus anggota DPR adalah kecendekiaan wakil rakyat yang gagal jadi parlemen dengan menjalankan kegiatan utama mereka sehingga tidak dikenal, apalagi dihormati rakyat. Ini kebijakan untuk mencegah rasa malu, ” sekapur dia.