KPK Diminta Panggil Paksa Azis Syamsuddin jika Tak Hadir Pemeriksaan Kedua

KPK Diminta Panggil Paksa Azis Syamsuddin jika Tak Hadir Pemeriksaan Kedua

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk melakukan pemanggilan menekan pada Azis Syamsuddin kalau ia tidak kunjung hadir pada pemanggilan yang ke-2.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman menanggapi rencana lembaga antirasuah itu kembali melakukan pemanggilan pada Azis terkait urusan dugaan suap yang membabitkan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

“Jika mangkir lagi, ya diterbitkan surat instruksi membawa, walau statusnya saksi dan berlaku 24 tanda. Setelah 24 jam sungguh dilepas lagi kalau sepanjang (berstatus) saksi, kalau oleh sebab itu tersangka ya ditahan, ” tutur Boyamin pada Petunjuk. com, Minggu (23/5/2021).

Baca selalu: KPK Pastikan Bakal Mendatangkan Ulang Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

“Itu tergantung KPK mencari alat masukan terkait perkara yang ditangani KPK. Kalau dipanggil perut kali tidak datang ya dipaksa, ” tegasnya.

Selain itu Boyamin juga meminta agar Azis kooperatif dengan pemanggilan kedua yang akan segera dilakukan oleh KPK.

Ia berharap sebagai Wakil Ketua DPR, Azis mampu memberi contoh pada klub dengan datang pada penelitian sebagai saksi.

Terima afeksi telah membaca Kompas. com.
Dapatkan data, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk Pak Azis sendiri tolonglah, dia membangun Wakil Ketua (DPR) dengan membidangi hukum dan sudah lama di Komisi III membidangi hukum pula. Berilah tauladan pada masyarakat buat datang pada panggilan kedua nanti, ” ujarnya.

Baca pula: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Tak Penuhi Seruan KPK Hari Ini

Boyamin memperhitungkan bahwa semestinya jika benar tidak bersalah dan terlibat, Azis tidak perlu ragu untuk hadir dalam pemeriksaan di KPK.

“Dan Pak Azis Syamsuddin tidak perlu takut jika tidak merasa bersalah, & nanti jelaskan semuanya dengan segala argumen, data & bukti, bahwa Pak Azis tidak terkait dan tidak terlibat dalam perkara itu, ” ungkap Boyamin.

Lebih lanjut kedatangan Azis, dianggap akan positif proses penegakan hukum kasus dugaan korupsi antara pemeriksa KPK dan Wali Kota Tanjungbalai.