Nasabah Bank Mandiri Kehilangan Rp 128 Juta, Ini yang Harus Dilakukan jika Kita Mengalaminya Juga

Nasabah Bank Mandiri Kehilangan Rp 128 Juta, Ini yang Harus Dilakukan jika Kita Mengalaminya Juga

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Belakangan ramai diperbincangkan di press sosial terkait adanya nasabah PT Bank Mandiri (persero) Tbk yang kehilangan duit Rp 128 juta tanpa melakukan transaksi apapun di rekeningnya.

Namun, pihak Bank Mandiri berdasarkan laporan dari call center nasabah merupakan korban kejahatan dengan modus penukaran kartu debit dan penguasaan PIN.

Melihat kasus ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memberikan beberapa tips apa saja yang bisa dilakukan nasabah sebagai konsumen bank jika mengalami masalah semacam ini.

Baca juga: Uang Rp 128 Juta Nasabah Bank Mandiri Raib, Apakah Masih Bisa Kembali?

Pertama lapor ke call center bank, ajukan permintaan blokir, mendatangi langsung financial institution terdekat, membuat kronologi pemakaian kartu sebelum dan setelah kejadian untuk meminta klarifikasi pihak Perbankan.

Kemudian, apabila pihak perbankan sudah menyatakan bahwa transaksi tersebut sah, maka nasabah bisa menempuh upaya lain seperti melaporkan ke lembaga terkait seperti BPKN, Daya Jasa Keuangan (OJK) atau kepolisian.

“Bisa (melaporkan). Dan harus (melapor). Karena pihak bank pasti normatif, ” kata Wakil Ketua BPKN Mufti Mubarok kepada Kompas. com, Senin (24/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas. com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mufti mengatakan, jika ada laporan yang masuk ke BPKN akan ditindaklanjuti agar konsumen bisa mendapatkan kepastian hukum.

Baca juga: Alhamdulillah Uang Saya Sudah Kembali, Terima Kasih, Pak Polisi

Sebelumnya diberitakan, nasabah Bank Mandiri bernama Asrizal Ashka (49) kehilangan dana sebesar Rp 128 juta. Peristiwa tersebut mulanya terjadi pada 6 Februari 2021 lalu.

Namun, pemberitaan mengenai dana nasabah Bank Mandiri yang hilang tersebut baru rame diberitakan beberapa waktu belakangan akibat sebuah utas pada Twitter.

Saat dihubungi Kompas. com Asrizal mengatakan, sebelum ia melakukan transaksi dan menyadari uangnya raib, ia sempat melakukan pengecekan saldo di hari yang sama, yakni pada Jumat (6/2/2021) lalu. Saat itu, saldo di rekeningnya masih utuh, yakni sebesar Rp 128 juta.

Ketika ia maka akan melakukan pengambilan uang sebagaiselaku, ala, menurut, tunai di ATM pada wilayah Blok M Sq ., ternyata saldo di rekeningnya tinggal Rp 0.