Artikel Puan-Anies untuk Pilpres 2024, PPP: Bentuk Test the Water

Artikel Puan-Anies untuk Pilpres 2024, PPP: Bentuk Test the Water

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Wakil Kepala Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengucapkan, munculnya sejumlah nama-nama arsitek yang dipasangkan sebagai bahan calon presiden dan pengantara presiden pada Pemilihan Preisden (Pilpres) 2024 dilakukan untuk mengetahui reaksi publik.

Salah satunya merupakan nama Ketua DPR Hawa Maharani yang dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diusulkan oleh politisi PDI-P Effendi Simbolon.

“PPP melihat mulai munculnya nama-nama dengan dipasangkan sebagai bacapres-bacawapres buat Pilpres 2024 oleh sebesar pihak atau kader sebagai bentuk test the water di ruang publik, tercatat yg disampaikan Bung Effendi Simbolon, ” kata Arsul kepada Petunjuk. com , Selasa (1/6/2021).

Arsul mengatakan, munculnya nama-nama arsitek yang digadang-gadang untuk Pilpres 2024 dilihatnya sebagai sebuah kewajaran dalam demokrasi.

Baca pula: Effendi Simbolon Usulkan Duet Puan-Anies 2024, Gerindra: Sunyi Saja, Itu Hak Pribadi

Meskipun demikian, kata dia, dari usulan dipasangkannya Puan dan Anies, yang menarik adalah tak ditinggalkannya formula nasionalis-agamis atau agamis-nasionalis.

Terima kasih sudah membaca Kompas. com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bagi PPP, terlepas dari siapapun sosok bacapres dan bacawapresnya, namun formula ini tetap relevan sebagai bagian dari ikhtiar kami melestarikan kerekatan kebangsaan, ” kata dia.

Pertama di tengah meningkatnya politik identitas yang dikembangkan baik berbasis ideologi sekuler maupun keagamaan.

Bahkan, kata dia, partai-partai Islam atau berbasis umat Agama islam lainnya pun diyakininya sedang akan memegang formula dengan dimaksud untuk Pilpres 2024 nanti.

Walaupun demikian, Arsul memastikan bahwa posisi PPP saat ini lebih menitikberatkan pada pengamalan pemilihan umum (Pemilu) 2024, termasuk Pilpres agar mampu berjalan lebih baik.

Sebab, kata tempat, pengalaman Pemilu 2014 serta 2019, dinilainya, sangat menekan nilai dan makna demokrasi.