Inspeksi SMRC: Pemilih Gerindra & PKS Paling Menolak Jokowi Maju Lagi di Pilpres 2024

Inspeksi SMRC: Pemilih Gerindra & PKS Paling Menolak Jokowi Maju Lagi di Pilpres 2024

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Hasil survei Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, pemilih Partai Gerindra dan Golongan Keadilan Sejahtera (PKS) memutar menolak Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon kepala pada Pemilihan Presiden 2024.

Direktur Eksekutif SMRC Ade Armando dalam paparannya menuturkan, hampir semesta responden yang merupakan pemilih partai politik menolak Jokowi berkontestasi lagi pada Pilpres untuk ketiga kalinya.

“Kalau bicara mayoritas partai-partai yang ada, dekat semua mayoritas mengatakan tidak (setuju Jokowi maju balik jadi Presiden untuk ketiga kalinya), ” kata Ade di acara rilis SMRC: Sikap Publik Indonesia kepada Amandemen UUD 1945 secara daring, Minggu (20/6/2021).

Baca pula: SMRC: 52, 9 Obat jerih Responden Tak Setuju Jokowi Maju Pilpres Lagi, 40, 2 Persen Setuju

“Pendukung partai-partai lain bilang, tak terima kalau Jokowi lulus kembali sebagai calon Pemimpin ketiga kalinya. Seperti umum, yang paling tinggi merupakan Gerindra 78 persen. Itu tidak terima, ” sendat Ade.

Selain Gerindra, ada PKS dengan juga 78 persen pemilihnya tak setuju Jokowi lulus lagi. Lalu, ada Kelompok Demokrat sebanyak 75 persen.

Lalu PKS PPP 71 tip, Golkar 54 persen, serta PKB 51 persen.

Dapat kasih telah membaca Petunjuk. com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Partai lainnya barangkali tidak terlalu menonjol, akan tetapi bayangannya bahwa mayoritas memandang bahwa sebaiknya Jokowi tak maju lagi untuk ke-3 kalinya, ” kata Ade.

Sementara itu, 66 persen pemilih PDI Perjuangan (PDI-P) setuju Jokowi kembali maju sebagai Kepala untuk ketiga kalinya.

Lalu ada pemilih PAN sebanyak 53 upah, Partai Nasdem 52 persen, dan PKB 44 upah.

“Ini dengan paling nyata segera tampak adalah yang menyatakan setuju Jokowi kembali menjadi Pemimpin ketiga kalinya adalah PDI-P 66 persen. Jadi benar tinggi persentasenya, ” kata pendahuluan dia.