Masa Pemerintah Pilih Perketat PPKM Mikro Ketimbang Usulan Lockdown...

Masa Pemerintah Pilih Perketat PPKM Mikro Ketimbang Usulan Lockdown…

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan pemberlakuan pembatasan kesibukan masyarakat (PPKM) skala mikro untuk mengatasi lonjakan peristiwa Covid-19.

Kelakuan tersebut diputuskan dalam kerap terbatas yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, sejumlah gajah serta kepala lembaga terpaut, pada Senin (21/6/2021).

Namun pemerintah menguatkan, PPKM kali ini diberlakukan secara lebih ketat semasa 14 hari, terhitung sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Sebelumnya, lima perhimpunan profesi dokter menyarankan opsi pengetatan mobilitas masyarakat secara penerapan PPKM skala besar dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) .

Saran itu diberikan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Sinse Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Sinse Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI).

Baca juga: PPKM Diperketat hingga 5 Juli, Berikut Ketentuan Pembatasan pada 11 Sektor

Terima kasih telah membaca Kompas. com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembatasan mobilitas kelompok dalam skala yang besar diperlukan, mengingat beban vila sakit dan beban kerja tenaga kesehatan meningkat. Asalkan tak segera diantisipasi, sistem pelayanan kesehatan dikhawatirkan akan kolaps.

Sementara itu, Ikatan Ahli Kesehatan tubuh Masyarakat Indonesia (IAKMI) menganjurkan pemerintah melakukan PSBB atau lockdown regional secara berkala di pulau-pulau besar serupa Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

IAKMI menghargai, mayoritas negara-negara di negeri memilih dua opsi tersebut untuk menekan kenaikan urusan Covid-19.

“Usul yang paling ekstrem yaitu lockdown regional. Ini bentuk paling logis. Karena seluruh negara yang sudah melewati kasus, tidak tersedia cara lain, ” cakap Dewan Pakar IAKMI Hermawan Saputra, dalam konferensi pers pada Minggu (20/6/2021).

Kondisi terkini Covid-19 Nusantara

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengutarakan, kasus Covid-19 di Nusantara mengalami peningkatan yang sungguh biasa.

Pemerintah pun berupaya menangani masalah itu di sektor hulu, yaitu dengan mencegah umum terpapar Covid-19.

“Kami sampaikan sampai saat ini memang terjadi penambahan (Covid-19) yang istimewa dan itu penting untuk bisa fokus bukan hanya dalam sisi hilir atau di sisi RS, di sisi penanganan orang sakit. Tetapi lebih penting lagi pokok ke sisi hulu, ” ujar Budi, dalam konferensi pers yang disiarkan menggunakan YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Mengucapkan juga: Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi, Masyarakat Diminta Batasi Kegiatan

Menurut Budi, Presiden Jokowi sudah memberikan dua pokok arahan. Pertama, penanganan di sisi hulu atau pencegahan penularan Covid-19 untuk mengurangi beban rumah sakit.

Kedua, Jokowi memerintahkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dipercepat.

Berdasarkan keterangan pemeritah, kasus Covid-19 berserang 14. 536 orang. Penambahan kasus ini merupakan yang tertinggi selama pandemi melanggar Indonesia.