500 Hari Pandemi dan Harapan Tinggi akan Keberhasilan PPKM Darurat...

500 Hari Pandemi dan Harapan Tinggi akan Keberhasilan PPKM Darurat…

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Sudah 500 hari Indonesia berhadapan secara pandemi virus corona, terhitung sejak diumumkannya pasien perdana Covid-19 pada 2 Maret 2020.

Hari demi hari kabar duka terus bermunculan, makin kian memprihatikan. Tak cuma kasus Covid-19 melonjak tajam, angka kematian pasien pun terus bertambah drastis.

Pada Selasa (13/7/2021), penambahan kasus Covid-19 bahkan mencapai yang sempurna selama pandemi. Bagaimana tak, dalam kurun waktu 24 jam saja, pasien perdana virus corona bertambah 47. 899 orang dalam sehari.

Baca juga: 500 Hari Covid-19, Data Ungkap Kondisi Indonesia Semakin Memprihatinkan…

Penambahan itu menimbulkan total  kasus Covid-19  pada Tanah Air saat itu mencapai  2. 615. 529 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Sejalan dengan tingginya penambahan kasus, jumlah pasien Covid-19 yang tutup usia membubung tinggi. Pada periode 12-13 Juli 2021, ada 864 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Dengan begitu, angka kematian akibat Covid-19 total mencapai 68. 219 orang semenjak awal pandemi.

Dapatkan bahan, inspirasi dan insight dalam email kamu.
Daftarkan email

Angka maut bahkan pernah melewati satu. 000 kasus dalam sehari. Tepat Rabu (7/7/2021), total pasien meninggal mencapai 1. 040 orang.

Baca selalu: UPDATE: 1. 040 Anak obat Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Angka Tertinggi Selama Pandemi

Situasi perburukan pandemi sudah terjadi selama hampir satu bulan terakhir. Dalam kurun masa tersebut rakyat banyak kesulitan, cemas, bahkan berduka karena kehilangan.

Banyak yang tak sanggup perawatan hingga akhirnya meninggal dunia karena rumah sakit penuh di mana-mana. Ada juga yang tutup usia karena kehabisan stok oksigen.

Dalam kondisi seperti ini, apa yang dilakukan pemerintah?

Kepala Joko Widodo memutuskan untuk menarik rem darurat di dalam 1 Juli 2021.

Setelah kasus Covid-19 memburuk hampir 2 minggu, diumumkan kebijakan bernama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kebijakan itu diterapkan pada wilayah Jawa dan Bali karena tingginya penularan virus di kedua pulau itu.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa serta Bali, ” kata Jokowi saat itu.

Baca serupa: BREAKING NEWS: Jokowi Sah Umumkan PPKM Darurat

Buat memimpin pelaksanaan PPKM Daurat, Presiden menunkuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam wawancara yang ditayangkan KompasTV, Kamis (1/7/2021) malam, Luhut bercerita bahwa Presiden Jokowi memberitahunya perihal wacana PPKM Darurat pada Minggu (27/7/2021). Rapat terkait rencana kebijaksanaan tersebut baru digelar keesokan harinya.

Sesudah mendengar masukan dari banyak pihak termasuk para epidemiolog, diputuskanlah untuk menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali

“Tidak ada yang terlambat. Ya saya memang menimbulkan waktu supaya persiapannya sungguh-sungguh baik, ” kata Luhut.

Baca juga: Luhut: Keputusan Menerapkan PPKM Darurat Tak Terlambat