MK Tolak Sengketa PSU Pilkada Kalsel, Begini Respons Denny Indrayana

MK Tolak Sengketa PSU Pilkada Kalsel, Begini Respons Denny Indrayana

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Pihak Bagian Calon Gubernur dan Pengantara Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) nomor urut 2, Denny Indrayana dan Difriadi menyayangkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menempuh tingkatan pembuktian dalam permohonan sengketa hasil Pilkada Kalsel yang diajukannya.

Adapun MK telah memutuskan untuk tidak menerima seluruh permohonan sengketa hasil Pilkada Kalsel yang diajukan Denny-Difri dalam sidang yang disiarkan secara daring, Jumat (30/7/2021).

“Sebagaimana diketahui, MK memutuskan pemeriksaan sengketa PSU Pilgub Kalsel kali ini dilakukan minus agenda pembuktian, ” prawacana Denny melalui keterangan tertulisnya, Jumat sore.

Baca juga: Perkara Hasil PSU Pilkada Kalsel, MK Tolak Gugatan Denny Indrayana-Difriadi

Denny menilai, agenda pembuktian dalam sidang sangat vital untuk memeriksa saksi-saksi dengan mendengar, melihat, dan pelajaran secara langsung kecurangan yang terjadi.

Oleh karena itu, ia menyayangkan MK tidak melangsungkan perkaranya ke tahapan pengesahan.

“Yang menjadi sangat aneh, MK menyatakan benar adanya keterlibatan birokrasi dan ketidakefektivan Bawaslu Kalsel, ” ujar tempat.  

Dapatkan informasi, inspirasi & insight di email awak.
Daftarkan email

“Namun hal itu menjadi tidak berarti sebab MK menganggap fakta itu tidak bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Menjadi masalah, bagaimana mungkin MK bisa menilai TSM ataupun tidak fakta tersebut, minus menjalani agenda sidang pengesahan, ” ucap Denny.

Adapun MK tidak meneruskan perkara yang diajukan Denny-Difri ke tahapan pembuktian sebab selisih suara mencapai dua, 3 persen.

Sementara itu, keyakinan dalam Undang-Undang menuntut kondisi maksimal selisih suara cuma sebesar 1, 5 persen. Maka dari itu, Denny-Difri dinilai tidak memenuhi syarat.

Baca juga: Denny Indrayana dan Difriadi Usikan Sengketa Hasil PSU Pilgub Kalimantan Selatan

Dalam pemeriksaanya, MK juga menilai dalil-dalil yang diajukan oleh Denny-Difri tidak beralasan menurut norma ataupun tidak memiliki masukan kuat.

“Terlepas dari apa pun hasil di MK, Denny-Difri mengucapkan permohonan maaf & apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan, partai pembantu, simpatisan, serta hampir sebelah warga Kalimantan Selatan dengan telah memilih, ” cakap dia.