Tantangan Pemilu Serentak 2024, daripada Bentuk Surat Suara, maka Antisipasi jika Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Tantangan Pemilu Serentak 2024, daripada Bentuk Surat Suara, maka Antisipasi jika Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) sekaligus direncakan berlangsung pada 2024.  

Pengkaji Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Aqidatul Izza Zain memperhitungkan, ada sejumlah tantangan untuk pemilih yang harus diperhatikan terkait pelaksanaan pemilu sinkron.

“Tantangannya adalah ya kompleksitas pemilu sendiri, karena tadi tersedia pemilihan presiden yang diselenggarakan bersamaan dengan pileg, indah itu DPR RI, provinsi, dan kabupaten/kota, ” kata pendahuluan Izza dalam diskusi maya, Minggu (8/8/2021).

Baca juga: Pemilu Serentak 2024, Bawaslu: Siapkan Kerangka Regulasi dan Pola TI

Izza mengatakan, salah utama tantangan besar bagi masyarakat yakni soal surat perkataan.

Dia menyampaikan, bentuk surat suara saat hari pencoblosan kudu dibuat sederhana sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat umum.

“Bukan hanya untuk meringankan beban penyelenggara, tetapi juga prinsipnya adalah untuk memudahkan pemilih, ” kata Izza.

Dapatkan data, inspirasi dan insight pada email kamu.
Daftarkan email

Ia juga tahu, jangan sampai ada perubahan-perubahan teknis dalam surat perkataan yang justru semakin memusingkan.

Selain itu, Izza menyampaikan, jangan sampai ada perubahan terpaut norma pengambilan suara melalui pencoblosan menjadi pencontrengan ataupun penulisan.

Sebab, ia mengatakan, ketentuan mengambil suara melalui pencoblosan juga sudah diatur di dalam undang-undang terkait.

Baca juga: KPU Sarankan Tahapan Pemilu Sewaktu 2024 Dimulai 30 Kamar Sebelum Pemungutan Suara

Makin, masyarakat di Indonesia sendiri sudah memiliki pemikiran kalau pengambilan suara harus dikerjakan dengan pencoblos surat pandangan.