Petunjuk Lengkap PPKM Level 4 di Jawa dan Bali hingga 16 Agustus

Petunjuk Lengkap PPKM Level 4 di Jawa dan Bali hingga 16 Agustus

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com –  Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 4 di Jawa-Bali terhitung sejak 10 maka 16 Agustus 2021.

Terkait perpanjangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pada Negeri mengeluarkan aturan mutakhir terkait perpanjangan PPKM Golongan 3 dan level 4 di wilayah Jawa dan Bali.

Metode itu tertuang dalam Titah Menteri Dalam Negeri Cetakan 30 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Klub Level 4, Level 3 dan Level 2Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Jawa dan Bali.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Luhut: Kita Mungkin Tumbuh Bertahun-tahun ke Depan secara Masker

Inmendagri yang diteken sebab Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Jakarta pada 9 Agustus 2021 itu mengatur tentang kesibukan belajar-mengajar, operasional perkantoran zona esensial dan kritikal, tempat usaha, tempat ibadah, had transportasi umum.

Berikut aturannya lengkapnya:

1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dasar pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh.

Dapatkan informasi, petunjuk dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non pokok diberlakukan 100 persen Work From
Home (WFH).

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti:

  • Keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun. dan lembaga pembiayaan dengan berorientasi pada pelayanan wujud dengan pelanggan  dapat beroperasi dengan ketentuan kapasitas suntuk 50 persen staf buat lokasi yang berkaitan secara pelayanan kepada masyarakat dan 25persen untuk pelayanan tata laksana.
  • Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan secara pelanggan dan berjalannya operasional pasar modal secara elok, teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, bukti center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran keterangan kepada masyarakat, kemudian perhotelan non penanganan karantina  sanggup beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf.
  • Industri orientasi eskpor dan penunjangnya dimana bagian perusahaan harus menunjukkan keterangan contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12  bulan terakhir atau salinan lain yang menunjukkan program ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI)  cuma dapat beroperasi 1  shift. Dengan kapasitas maksimal 50 persen staf hanya pada fasilitas produksi/pabrik, serta 10 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Baca juga: Daerah dalam Luar Jawa-Bali yang Terapkan PPKM Level 3 had 23 Agustus

4. Pelaksanaan kesibukan pada sektor kritikal seperti:

  • Kesehatan serta keamanan dan ketertiban  dapat beroperasi dengan ketentuan  100 persen staf tanpa ada pengecualian.
  • Penanganan bencana, energi, pemasokan, transportasi dan distribusi pertama untuk kebutuhan pokok klub, makanan dan minuman mengikuti penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan gedung, obyek vital nasional.
  • Kemudian proyek penting nasional, konstruksi (infrastruktur publik), utilitas dasar (listrik, cairan dan pengelolaan sampah)  mampu beroperasi 100 persen suntuk staf, hanya pada kemudahan produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat serta untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25 persen staf WFO.

5. Untuk supermarket, rekan tradisional, toko kelontong & pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi tanda operasional sampai Pukul 20. 00 waktu setempat secara kapasitas pengunjung 50 persen.

6. Buat apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Ini Daerah di Jawa-Bali yang Berstatus Level dua dan 3