Djoko Tjandra Dapat Remisi 2 Bulan di Momen HUT Ke-76 RI

Djoko Tjandra Dapat Remisi 2 Bulan di Momen HUT Ke-76 RI

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com –  Terpidana peristiwa korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra mendapat remisi dua bulan pada momen HUT ke-76 RI.

Situasi itu dibenarkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemenkumham)

“Ya (mendapat remisi), Joko Soegianto Tjandra (Djoko Tjandra) merupakan benduan yang sudah menjalani mulia per tiga masa kejahatan, ” kata Kepala Arah Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkumham Rika Aprianti dikutip dari  Antara,   Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Perbedaan Sikap Jaksa atas Vonis Banding Pinangki dan Djoko Tjandra Jadi Sorotan

Djoko Tjandra merupakan narapidana yang zaman ini sedang menjalani kejahatan di Lembaga Pemasyarakatan Posisi IIA Salemba, DKI Jakarta sesuai putusan Mahkamah Gemilang (MA) Republik Indonesia Bagian: 12/K/PID. SUS/2009 tertanggal 11 Juni 2009.

Dalam keterangan tertulis Ditjenpas, berdasarkan putusan MA Bagian: 12/K/PID. SUS/2009 tertanggal 11 Juni 2009 yang telah memiliki kekuatan hukum lestari, maka Djoko Tjandra menyabet remisi sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006.

Rika mengatakan berdasarkan Pasal 34 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006, dinyatakan narapidana yang dipidana karena melakukan tindak kejahatan terorisme, narkotika dan psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap kesejahteraan negara dan kejahatan sah asasi manusia yang mengandung, kejahatan transnasional terorganisasi lainnya, dapat diberikan remisi.

Dapatkan keterangan, inspirasi dan insight dalam email kamu.
Daftarkan email

Mereka diberikan remisi apabila memenuhi persyaratan yakni berkelakuan baik serta telah menjalani satu bagi tiga masa pidana.

“Pasal 14 ayat 1 huruf (i) Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan menyatakan tahanan berhak mendapatkan remisi, ” kata Rika.

Baca juga: Berbeda dari Kasus Pinangki, Kejaksaan Kasasi Putusan Banding Djoko Tjandra

“Oleh karena itu, merujuk dibanding penjelasan tersebut pada nilai (4), (5) dan (6) maka Joko Soegianto Tjandra (Djoko Tjandra) merupakan benduan yang memiliki hak untuk mendapatkan remisi, ” ujar Rika.

[embedded content]

Adapun Djoko Tjandra tengah menjalani 3 hukuman berbeda. Pertama, dia menjalani masa hukuman dua tahun dalam kasus hak tagih (cessie) Bank Bali.

Kedua, ia menjalani hukuman atas kejadian surat jalan palsu dengan vonis dua tahun enam bulan.

Ketiga, ia menjalani hukuman akan kasus  penghilangan red notice dan pemufakaan jahat terpaut fatwa Mahkamah Agung dengan vonis tiga tahun enam bulan penjara.