Remisi untuk Djoko Tjandra dengan Pernah Melarikan Diri Usai Divonis...

Remisi untuk Djoko Tjandra dengan Pernah Melarikan Diri Usai Divonis…

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Terpidana kejadian suap penghapusan nama dibanding red notice keimigrasian dan pengurusan fatwa bebas Mahkamah Agung, Djoko Soegianto Tjandra, mendapatkan remisi umum berbentuk pengurangan masa hukuman semasa dua bulan penjara.

Pemberian remisi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM tersebut terkait kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, kasus yang menjerat dia sebelumnya.

Saat itu, Djoko Tjandra kabur. Kasus yang menjeratnya saat ini juga terkait upaya yang dia kerjakan saat berstatus buron.

“Remisi pertama bagi terpidana Joko Soegianto Tjandra memenuhi syarat Remisi Ijmal Tahun 2021, ” ujar Kepala Bagian Humas serta Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Rika Aprianti dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8/2021).

Menangkap juga: Djoko Tjandra Dapat Remisi 2 Bulan pada Momen HUT Ke-76 RI

Melarikan diri

Melansir harian Kompas , 12 Juni 2009, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman terhadap Djoko Tjandra dan mantan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin, masing-masing dengan pidana kurungan selama dua tahun.

Mereka dinilai terbukti secara sah bersalah melaksanakan tindak pidana korupsi di perkara pengalihan hak tagih piutang (cessie) Bank Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam putusan tersebut, menurut Besar Biro Hukum dan Humas MA saat itu, Nurhadi, MA juga memerintahkan sokongan yang disimpan dalam bon dana penampungan atau Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negeri.

Mengaji juga: Ini Alasan Kemenkumham Beri Remisi 2 Kamar Kepada Djoko Tjandra

Namun, putusan ini justru menjadi awal buruan Djoko Tjandra. Setelah balasan dijatuhkan, ia tidak kunjung memenuhi panggilan kejaksaan.

Mengutip harian Kompas , 23 Juni 2009, justru advokat Djoko Tjandra saat itu, OC Kaligis, yang pegari ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Masa itu, Kaligis mewakili kliennya, mengajukan permintaan penundaan eksekusi terhadap putusan Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung selama sebulan.

Kliennya meminta eksekusi ditunda dengan alasan sedang menyelesaikan bisnisnya di beberapa negeri.

Baca juga: Setahun Jokowi-Ma’ruf: Kasus Djoko Tjandra dan Sorotan ke Aparat Penegak Lembaga

Diberitakan harian Kompas , 19 Juni 2009, pada 10 Juni 2009 malam, Djoko Tjandra lelap ke Papua Nugini memakai pesawat carteran dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

MA pun didesak untuk menyelidiki dugaan bocornya putusan peninjauan kembali peristiwa korupsi ini hingga menyebabkan terpidana kabur.