Jubir: Presiden Akan Serahkan Surpres RUU Ibu Kota Anyar, Dukungan Partai Diperlukan

Jubir: Presiden Akan Serahkan Surpres RUU Ibu Kota Anyar, Dukungan Partai Diperlukan

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com – Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan, Pemimpin Joko Widodo berencana menganjurkan surat presiden (surpres) terpaut RUU Ibu Kota Negara (ibu kota baru) pada DPR.

Oleh karenanya, dukungan partai dengan ada di parlemen diperlukan.

“Soal ibu kota negara tersebut memang presiden telah berencana menyerahkan surpres ke DPR untuk RUU IKN. Jadi dukungan dari partai tentunya diperlukan, ” ujar Fadjroel dalam diskusi virtual di Sabtu (28/8/2021).

Mengucapkan juga: Kalimantan Punya Pungutan Pertama di Tengah Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Hal tersebut diungkapkannya untuk menanggapi berbagai pertanyaan soal pertemuan Jokowi dengan petinggi tujuh partai koalisi yang lengah satunya bertujuan menggalang dukungan untuk IKN.

Menurut Fadjroel, Presiden Jokowi ingin menyelesaikan semua program yang sudah disampaikan beliau sebagai janji.

Program IKN menjelma salah satu yang menjelma prioritas untuk diselesaikan.   Dalam hal ini, presiden disebutnya ingin merombak disparitas antar wilayah di Nusantara.

Dapatkan informasi, inspirasi & insight di email kamu.
Daftarkan email

“Soal PDB sejak jaman penjajahan, Orde Baru sampai saat ini yang ingin dirombak oleh Presiden Jokowi dengan program Indonesia sentris yakni pemerataan, ” ujarnya.

“PDB Jawa itu 60 persen, terakhir pra pandemi sudah agak sedikit berkurang ke 58 tip. Di masa pandemi terangkat lagi ke 59 obat jerih. Kemudian Sumatera itu 22 persen PDB-nya, ” tinggi Fadjroel memberikan contoh.

Baca juga: Menhan Prabowo: Kita Harus Bagak Pindahkan Ibu Kota Negeri

Seperti diketahui, pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pada April 2021, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa telah memastikan lokasi bintik Istana Negara untuk calon ibu kota negara gres yang baru berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.