Pimpinan KPK Enggan Disebut Salurkan Pegawai yang Akan Diberhentikan ke Instansi Lain

Pimpinan KPK Enggan Disebut Salurkan Pegawai yang Akan Diberhentikan ke Instansi Lain

Uncategorized

JAKARTA, PETUNJUK. com porakporanda Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyatakan, KPK tidak pernah meminta pegawainya yang bakal diberhentikan untuk bekerja di instansi lain.

Menurut Ghufron, jika ada permintaan dari pegawai, arahan KPK nantinya akan berbahasan dengan lembaga lain buat dapat menyalurkan mereka ke instansi tersebut.

“Sebagaimana ditegaskan Ketua (Firli Bahuri), ini bukan memalingkan, menyalurkan, tidak ada, ” ujar Ghufron dalam konvensi pers, Rabu (15/9/2021).

“Tapi namanya ada tuntutan, kami sebagai pimpinan bertanggung jawab, mikirkan karena bagaimanapun pegawai KPK sudah berdedikasi, ” ucap dia.

Senada dengan Ghufron, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan tugas pimpinan hanya membantu pegawai antirasuah yang akan diberhentikan itu alih ke instansi lain bila ada permintaan.

Baca juga: Proposal Bekerja di BUMN Dinilai Jadi Strategi Gembosi Sambutan Pegawai KPK

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, menurutnya nasib pegawai merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pimpinan KPK.

“Terkait berita penyaluran personel, pimpinan KPK, kita semua, tentu memiliki tanggung pikiran tentang anak istri & keluarga. Tugas kita mengurusi jikalau ada permintaan, ” ujar Firli

“Nah, permohonan itu yang kita urusi. Kalau ada dengan tidak ingin, itu hak pribadi, kita nggak bisa memaksa. Silakan, ada pilihan, ” ucap dia.

Adapun, sejumlah personel itu nonaktif setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam tes wawasan kewarganegaraan nasional (TWK) sebagai bagian dari alih status pegawai menjelma aparatur sipil negara (ASN).

Sebelumnya, KPK menyatakan ada 75 pegawai yang dinyatakan tak lolos. Sebanyak 51 pegawai bahan diberhentikan, namun satu personel telah memasuki purna tugas sehingga tidak ikut diberhentikan dengan hormat.

Baca juga: 56 Pegawai KPK Akan Diberhentikan, Firli Ucapkan Terima Berkelakar

Sementara 24 pegawai masih diberikan kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan soal bela negeri serta wawasan kebangsaan.

Namun hanya 18 pegawai yang mengikuti diklat tersebut. Sedangkan sisanya, enam pegawai yang tidak mengikuti pendidikan dan pelatihan bakal diberhentikan dengan hormat.