Metode Lengkap PPKM Level 3 di Jawa-Bali yang Aci hingga 4 Oktober 2021

Metode Lengkap PPKM Level 3 di Jawa-Bali yang Aci hingga 4 Oktober 2021

Uncategorized

JAKARTA, KOMPAS. com –  Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 2-4 di Jawa-Bali. Perpanjangan itu dilakukan semasa dua pekan, terhitung semenjak 21 September hingga 4 Oktober 2021.

Terkait dengan perpanjangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri juga menerbitkan patokan PPKM terbaru.

Aturan itu tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Cetakan 43 Tahun 2021 mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Kelompok Level 4, Level 3, dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 pada wilayah Jawa dan Bali.

Baca serupa: BREAKING NEWS: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 4 Oktober, Tak Ada Daerah Kelas 4

Dalam Inmendagri itu menyuarakan ada tujuh provinsi dalam Jawa-Bali yang berstatus golongan 3.

  Tujuh provinsi itu ialah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D. I Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inmendagri itu juga menyusun sejumlah kegiatan seperti belajar-mengajar, sektor esensial dan kritikal, tempat usaha, tempat ibadah, hingga transportasi umum.

Baca serupa: Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Ini Rincian Daerah Berstatus Golongan 3

Berikut aturan sempurna PPKM Level 3 di Jawa-Bali

1. Pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap membuang terbatas dan/atau pembelajaran langkah jauh berdasarkan Keputusan Berhubungan Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Jati Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK. 01. 08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran di Era Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan penelaahan tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali untuk:

  • SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1, 5m dan maksimal 5  peserta didik per status.
  • PAUD maksimal 33 persen dengan melestarikan jarak minimal 1, 5m dan maksimal 5 pengikut didik per kelas.

2. Pengoperasian kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 25 upah WFO bagi pegawai dengan sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk & keluar tempat kerja.