Kapolri Perintahkan Reserse Cegah-Tindak Kejahatan Itu di Masa Corona

Kapolri Perintahkan Reserse Cegah-Tindak Kejahatan Itu di Masa Corona

Uncategorized

Jakarta

Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan tulisan telegram yang berisi 4 kedurjanaan yang harus dicegah dan ditindak di masa pandemi virus Corona (COVID-19). Perintah ini sekaligus untuk mendukung kebijakan Pemerintah soal pemisahan sosial berskala besar (PSBB).

“Ya, benar, ” sirih Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo soal surat telegram tersebut kepada detikcom , Minggu (5/4/2020).

Surat telegram bernomor ST/1098/IV/HUK. 7. satu. /2020 ini ditandatangani Sigit segera Kapolri dan diterbitkan pada Sabtu, 4 April 2020.

Pertama, kejahatan kriminal jalanan saat arus mudik, kerusuhan/penjarahan yang dalam kitab undang-undang dasar pidana (KUHP) diatur dalam Bab 362, 363, 365, 406 serta 170. Kedua, tindak pidana menegah atau melawan perintah petugas yang berwenang yang pelanggarannya diatur di dalam Pasal 212 dan 218 KUHP dan tindak pidana menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat satu dan 2 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah aib menular.

Ketiga, tindak pidana menghambat kemudahan yang bunti pelanggarannya diatur dalam Pasal 77 juncto 50 ayat 1 dan Pasal 79 ayat 1 & 2 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Keempat, tindak pidana tidak mematuhi ataupun menghalangi penyelenggara karantina kesehatan sama dengan pelanggarannya diatur dalam Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Idham Azis kemudian memberi 10 butir pedoman penanganan perkara, yakni:

1. Melakukan rekognisi dan pemetaan serta penilaian pada rangka memperoleh gambaran pelaku kesalahan yang memanfaatkan situasi wabah COVID-19.
2. Berkoordinasi dengan pemda maupun perusahaan untuk memasang CCTV di lokasi yang rawan terjadinya kejahatan/penjarahan.
3. Melaksanakan kegiatan kampanye perang terhadap street crime buat dapat dukungan dan partisipasi kelompok.
4. Antisipasi modus saksama kejahatan terhadap orang yang berlagak menjadi petugas disinfektan.
5. Antisipasi adanya penolakan pemakaman target COVID-19.
6. Aktifkan kring serse di jajaran.
7. Laksanakan giat dengan sasaran street crime, pungutan liar dan premanisme.
8. Agar penyidik hidup dan adaptif dalam antisipasi metamorfosis ancaman dan kejahatan yang semakin kompleks di Indonesia seperti jalan sosial yang timbulkan dampak minus terhadap kinerja polri dengan konten hoax, hatespeech yang menimbulkan keresahan pada masyarakat.
9. Melakukan penegakan hukum bila menemukan pelanggaran hukum di jajaran.
10. Pengungkapan setiap hasil pengungkapan perkara berjalan memberi efek deterrent terhadap pelaku lainnya.

“Surat telegram tersebut bersifat petunjuk dn arahan sekali lalu perintah untuk dipedomani dan dilaksanakan, ” ujar Idham.