Langit Biru Jakarta, Dampak Lengangnya Acara Akibat Corona

Langit Biru Jakarta, Dampak Lengangnya Acara Akibat Corona

Uncategorized

Jakarta

Hari ini langit Jakarta tampak begitu biru dan bersih. Apakah fenomena birunya langit Jakarta ini ada kaitannya dengan kebijakan pencegahan Corona (COVID-19)?

Bagaikan diketahui, Pemprov DKI sudah melangsungkan pembatasan kegiatan sosial sejak dua pekan lalu untuk mencegah penularan Corona. Banyak kantor dan tengah keramaian yang tutup. Dua pekan berlalu, langit Jakarta di kurang lokasi tampak begitu biru. Sesuai misalnya di kawasan Jakarta Daksina dan Jakarta Barat.

Langit di zona Permata Hijau, Jakarta Barat pagi tadi (John Martinson/pasangmata)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kalau fenomena langit biru Jakarta ini memang ada kaitannya dengan kebijaksanaan pencegahan virus Corona tersebut.

“Terkait langit biru, Jika sedang keadaan cuaca cerah benar warna langit biru. Terkait pengaruh pembatasan pergerakan orang dan instrumen (WFH) untuk mencegah, memang ada pengaruhnya, ” kata Kepala Was-was Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Menurut hasil pengamatan BMKG, partikel debu (polusi-red) konsentrasinya memang aib jika dibandingkan dengan tahun semrawut. Data ini dibandingkan dengan petunjuk Maret 2019.

“Kami punya pengamatan di beberapa tempat di Jakarta tentang partikel/debu (SPM=Suspended Particulate Matter), konsentrasinya lebih hina di banding bulan yang serupa Maret 2019, ” jelas Dodo.

Dodo menambahkan, dengan kualitatif konsentrasi partikel debu tersebut juga rendah. Padahal curah hujan bulan Maret 2020 lebih mungil dibanding Maret 2019. Dia memperhitungkan hal ini disebabkan karena pergerakan orang dan kendaraan yang hina selama wabah Corona.

“Tapi secara kualitatif lebih hina, padahal curah hujan di maret 2020 lebih kecil daripada pada Maret 2019. Jadi kami menebak rendahnya SPM (polutan) di Maret 2020 karena sumbernya rendah, sebab tidak banyak pergerakan orang serta kendaraan, ” tuturnya.