Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Lebih Kecil Dibanding 2018

Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Lebih Kecil Dibanding 2018

Uncategorized

Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan tak ada daya tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi dini hari tadi. Erupsi itu juga lebih kecil dibandingkan erupsi pada 2018 silam.

“Kami sudah menyampaikan bahwa tidak ada konsekuensi tsunami akibat aktivitas Gunung Bani Krakatau, ” kata Kepala Tengah Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono kepada wartawan, Sabtu (11/4/2019).

“Kami simpulkan bahwa erupsi kali ini benar lebih kecil dibandingkan kejadian dalam 2018 yang menimbulkan tsunami, ” imbuhnya.

Rahmat mengatakan, erupsi Gunung Budak Krakatau juga tak menimbulkan getaran besar. Hal itu dipastikan sebab sensor perekam milik BMKG.

“Dari hasil monitoring seismik, juga tidak ada catatan pemeriksaan kami yang me- record adanya aktivitas tersebut. Berbeda pada saat terjadi erupsi pada 22 Desember 2018, dimana sensor kami mampu men-detect bahkan melakukan analisis sumber getar ada dalam Gunung Anak Krakatau, ” ujarnya.

Seperti diketahui, letusan Gunung Anak Krakatau terjadi dalam Jumat (10/4/2020) malam. Letusan mula-mula terjadi pukul 21. 58 WIB.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas cukup hingga tebal ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 40 mm dan durasi 72 detik.

Letusan kedua terjadi di dalam pukul 22. 35 WIB. Agung kolom abu teramati kurang bertambah 500 m di atas puncak.

(abw/jbr)