Rapid Test Positif, 18 Tenaga Medis di Buol Sulteng Diisolasi Sendiri

Rapid Test Positif, 18 Tenaga Medis di Buol Sulteng Diisolasi Sendiri

Uncategorized

Buol semrawut

Sebanyak 18 tenaga medis yang bekerja di RSUD Mokoyurli, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, diminta mengisolasi secara mandiri. Belasan gaya medis tersebut diminta mengisolasi dengan mandiri setelah hasil rapid test itu dinyatakan positif virus Corona (COVID-19).

“Iya betul keadaan ini ada 18 tenaga medis yang mengisolasikan diri di vila masing-masing. Terdiri dari satu dokter penyakit dalam, dua dokter umum, termasuk saya sendiri, dan 15 perawat, ” kata salah seorang dokter RSUD Mokoyurli, dr Irham, kepada detikcom , Minggu (19/4/2020).

Sinse Irham mengungkapkan, dia dan 17 tenaga medis tersebut sempat mengatasi pasien yang berobat ke RSUD Mokoyurli. Awalnya, sebut dia, pasien tersebut tidak ditangani sesuai protap pasien terkait virus Corona.

Setelah ditelusuri, ada sejumlah hal yang tak diberitahukan pasien tersebut kepada para tenaga medis. Salah satunya menerjang riwayat perjalanan ke daerah pandemi virus Corona, yakni Palu, Sulteng.

“Awalnya kami tidak ketahui bahwa pasien tersebut berdalih, sehingga kami tenaga medis berlakukan dia seperti pasien yang suram penyakit pada umumnya, bukan sesuai dengan penggunaan APD SOP pengerjaan pasien COVID-19, ” ungkap dr Irham.

“Ternyata sesudah dilakukan pengecekan rongseng dada terlihat kelainan, sehingga dilanjutkan rapid test , dan hasilnya positif, ” imbuhnya.

Dokter Irham mengaku telah melaksanakan tes swab . Saat ini, sebut Irham, tempat dan 17 tenaga medis lainnya sedang menunggu hasil swab .

(zak/zak)