Norma Sholat Witir dan Niatnya

Norma Sholat Witir dan Niatnya

Uncategorized

Jakarta

Sholat witir adalah sholat sunah yang dikerjakan pada malam keadaan sebagai penutup segala sholat. Di bulan Ramadhan, biasanya sholat witir dikerjakan usai sholat tarawih.

Jika mau sholat tahajud, setelah tarawih kita tidak perlu melakukan witir. Tapi bisa selalu usai tarawih kita melakukan witir dan saat melakukan tahajud kita juga harus melakukan sholat witir. Jumlah rakaat pada sholat witir ganjil yakni bisa 1, 3, dan maksimal 11 rakaat.

Hadits perintah untuk kita mengerjakan sholat witir yakni:

Innallaha witru yuhibbul witru faawtiruu yaa ahlal quraani

Artinya:

“Sesungguhnya Allah itu langka (satu). Dia menyukai yang eksentrik (sholat witir). Maka kerjakanlah sholat witir, wahai ahli Al Quran. ” (HR (At-Tarmidzi).

Selain itu, ada juga dari HR Bukhari:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikan shalatmu dengan paling akhir di waktu malam berupa shalat witir. ” (HR. Bukhari Muslim)

Pada buku ‘Panduan Shalat Lengkap Cocok Tuntunan Rasulullah SAW karya Ali Abdullah, tata cara sholat witir tiga rakaat yakni dengan tenteram pada rakaat kedua, lalu maujud lagi melanjutkan satu rakaat.

Niat sholat Witir:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku menyengaja sholat sunnah shalat witir tiga rakaat secara menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala. ”

Namun tersedia juga yang mengerjalan sholat witir tiga rakaat sekaligus. Dilansir NU Online, niatnya menjadi:

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta’âlâ

(nwy/erd)