Viral Kasatpol PP Makassar Ngamuk Ada Toko Buka di PSBB, Itu Cerita di Baliknya

Viral Kasatpol PP Makassar Ngamuk Ada Toko Buka di PSBB, Itu Cerita di Baliknya

Uncategorized

Makassar kepala

Viral video aksi Kasatpol PP Makassar Imam Hud hangat besar saat menemukan ada gardu non-sembako yang tetap buka dalam masa pembatasan sosial berskala gede (PSBB). Imam terlihat cekcok secara sejumlah perwakilan pihak toko dengan digerebek.

Dalam rekaman video yang viral tersebut, terlihat Imam berulangkali adu mulut secara sejumlah pihak toko. Keributan tersebut soal pihak toko yang melayani pembeli secara langsung, sementara bagian toko mengaku melayani 80 komisi pembeli secara online dan 20 persen sisanya merupakan pembeli yang bertransaksi secara langsung.

“Di sini online Pak, tadi online juga, ” ujar seorang yang diduga pihak toko. Dia menjelaskan kepada Imam bahwa pihaknya tetap buka dengan alasan melayani pembeli secara online.

“Kalau online hamba akui, tapi tadi ini tidak online, ” balas Imam kepada pihak toko.

“Orang belanja orang mau hidup serupa, Pak, ” balas pihak gardu. Namun Imam bersikukuh pihak toko melanggar aturan dalam masa PSBB.

Saat dimintai konfirmasi, Imam Hud mengaku kejadian di video itu benar. Dia mengecap insiden dalam video terjadi di salah satu toko alat tulis kantor terbesar di Makassar, yakni Toko Agung. Imam mengatakan tenggat hari ini pihaknya memang terus melakukan razia sejumlah toko non-sembako yang tetap buka saat PSBB.

“Tadi pukul 14. 00 Wita itu kan saya mau penyiraman toko-toko yang sedang buka, saya lewat di (toko) Agung, terjadi transaksi, orang ramai membeli di dalam, ” ujar Imam kepada wartawan, Senin (4/5/2020).

Imam mengatakan, pihak toko sempat beralasan melayani pembeli secara online, namun Imam menemukan ada sejumlah pembeli yang bertransaksi secara langsung di toko.

“Saya tidak tahu apakah perwakilan perusahaan atau siapa itu, mengatakan kita ini jual online, sekarang saya tanya kalau jual online, kenapa ada pembeli meresap ke dalam, ” ujar Imam.

“Dan ternyata faktanya (setelah dicek) di dalam tidak cuma online, orang-orang pribadi biaya masuk ke dalam. Makanya dia berdebat macam-macam, 80 persen online, 20 persen take away, kan yang bisa take away tersebut adalah (toko) makan dan minum, yang namanya barang non-sembako tersebut pasti take away, jadi ini kan akal-akalan, ” imbuhnya.

Imam menyesalkan lantaran toko yang ia maksud ini adalah salah satu toko terbesar sehingga terkesan tidak patuh. Dia kendati berharap Pemerintah bertindak tegas.

“Ini kan sejak pembukaan, semenjak PSBK, PSBB menunjukkan ketidakpatuhan tidak patuh kepada Pemerintah. Oleh karena itu sekarang harusnya Walikota yang bertambah marah daripada saya, karena tempat yang tandatangan itu Perwali, ” kata Imam.

(idn/idn)