UI Kembangkan Alat Deteksi Pneumonia Kelanjutan Corona Berbasis Kecerdasan Buatan

UI Kembangkan Alat Deteksi Pneumonia Kelanjutan Corona Berbasis Kecerdasan Buatan

Uncategorized

Jakarta

Universitas Indonesia (UI) mengembangkan suatu alat bantu untuk memprediksi peristiwa pneumonia akibat virus Corona (COVID-19) dengan menggunakan program berbasis intelek buatan (artificial intelligence) deep-learning. Instrumen tersebut bernama DSS-CovIDNet.

Pengembangan alat tersebut dilakukan mencuaikan Kelompok Bidang Ilmu (KBI) Fisika Medis & Biofisika dan KBI Instrumentasi Fisika pada Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Wawasan Alam UI (FMIPA UI). Program tersebut dirancang oleh tim mahasiswa S2 serta alumni dari Departemen Fisika FMIPA UI yang terlibat dalam tim riset AIRA (artificial intelligence for radiological applications) di bawah arahan Prof. Dr. Djarwani S. Soejoko, FIOMP, dan Prawito, Ph. D.

DSS-CovIDNet itu menggunakan konsep convolutional neural network (CNN) untuk melakukan famili dari citra roentgen dada ke dalam 3 kelompok, yakni radang paru-paru COVID-19, pneumonia non-COVID-19, dan paru normal dengan akurasi mencapai 98, 44 persen.

“Adanya DSS-CovIDNet diharapkan berpunya berkontribusi menambah keyakinan diagnosis dan mengurangi beban dokter spesialis radiologi dengan tingginya workload terkait analisis dan pemantauan kasus COVID-19. ” kata Koordinator Tim AIRA, Lukmanda Evan Lubis dalam keterangan tercatat yang diterima dari Kepala Jawatan Humas dan KIP UI, Amelita Lusia, Kamis (14/5/2020).

Wakil Rektor UI bidang Riset dan Inovasi Prof Abdul Haris menambahkan bahwa alat tersebut mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Haris mengatakan pengembangan alat tersebut berfungsi sama dengan DELFT Imaging CAD4COVID di bawah arahan dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, dan dr. Benny Zulkarnaien, SpRad(K).

“Tingkat akurasi yang tinggi menghasilkan alat ini unggul. Akses masukan juga kami buka dengan harapan memudahkan para peneliti untuk turut menyempurnakan program ini. Penelitian mengenai dengan deteksi pneumonia tidak cuma dilakukan oleh satu kelompok penelitian ini saja, melainkan ada tiga tim peneliti interdisipliner lainnya pada UI untuk mendeteksi pneumonia COVID-19 menggunakan Artificial Intelligence (AI) berdasarkan data radiologis, ” papar Haris.

“Para peneliti tersebut adalah Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang hidup sama dengan DELFT Imaging CAD4COVID di bawah arahan dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, dan dr. Benny Zulkarnaien, SpRad(K), ” imbuhnya.

Selain itu, ada pula kelompok peneliti FKUI lainnya di bawah arahan dr. Cleopas Martin Rumende, Sp. PD-KP serta dr. Telly Kamelia, SpPD, KP untuk mengembangkan algoritma deteksi. Berikutnya, tim peneliti dari Fakultas Pengetahuan Komputer UI (Fasilkom UI) yang dipimpin oleh Mirna Adriani, Dra, B. Sc, Ph. D, Dina Chahyati, S. Kom., M. Kom. yang bekerja sama dengan awak dari AI Center Fasilkom UI.

Deskripsi mengenai tata cara dan hasil sementara menggunakan dataset opensource dapat diunduh di https://arxiv.org/abs/2005.04562. Sementara, proses validasi dengan memakai data pasien anonim Indonesia sudah diinisiasi melalui kerja sama dengan staf Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran UI (FKUI), tim Unit Radiologi Rumah Sakit UI (RSUI), serta Instalasi Radiologi RSUD Cibinong.

Pembuatan program tersebut didukung penuh oleh FMIPA UI serta dapat diakses untuk uji coba pada http://sci.ui.ac.id/detectcovid/ dengan menggunakan access key yang dapat diminta secara gratis via email ke aira. medphy. ui@gmail. com . Pengguna dibatasi pada gaya medis dan kesehatan di bagian radiologi.

(zak/zak)