Melaksanakan Terdakwa Kasus 'Ikan Asin' Galih Ginanjar Kandas

Melaksanakan Terdakwa Kasus ‘Ikan Asin’ Galih Ginanjar Kandas

Uncategorized

Jakarta

Permohonan melaksanakan terdakwa kasus ‘ikan asin’ Galih Ginanjar ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Galih bersama Rey Utami dengan Pablo Benoa dinilai bersalah melanggar UU ITE.

Kasus saat Rey wawancara Galih soal kehidupan masa lalu Galih. Kemudian Rey menanyakan kehidupan perkara hubungan dengan mantan istrinya. Galih menjawab yang pada intinya organ intim perempuan bau ikan asin.

Wawancara itu kemudian ditayangkan di akun Youtube Pablo-Rey. Mantan istri Galih tidak terima dan melaporkan kasus itu ke aparat penegak hukum. Ketiganya lalu ditahan dan diadili di PN Jaksel.

Pada 13 April 2020, PN Jaksel menyatakan ketiganya bersalah. Pablo dihukum 20 bulan penjara, Rey dihukum 16 bulan penjara & Galih 28 bulan penjara. Tak terima, Galih mengajukan banding.

Penasihat hukum Galih di dalam bandingnya menyampaikan pada pokoknya penolakan dan berpendapat bahwa pertimbangan patokan amar putusan judex factie tingkat pertama Nomor 1327/Pid. Sus/2019/PN. Jkt. Sel tersebut tidak tepat serta tidak benar. Selain itu serupa mengabaikan fakta-fakta hukum yang tersedia dengan pertimbangan hukum dan penafsiran hukum yang sangat tidak langsung bahkan keliru sehingga menimbulkan ketidakadilan.

Lalu apa sebutan majelis tinggi?

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Daksina Nomor 1327/Pid. Sus/2019/PN. Jkt. Sel tanggal 13 April 2020 yang dimintakan banding tersebut, ” perkataan majelis tinggi yang tertuang dalam putusan sebagaimana dilansir website PT Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Haryono dengan anggota Indah Sulistyowati serta Sirande Palayukan. Majelis tinggi membenarkan bila ketiga terdakwa dengan berniat dan tanpa hak turut mengikuti membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan yang mengakibatkan kerugian bagi orang asing.

“Majelis Hakim level banding sependapat dengan perbuatannya sebab pidana yang dijatuhkan terhadap Para-para Terdakwa cukup adil dan cocok, ” ujar majelis tinggi dengan suara bulat.

(asp/fjp)