Hampir Setengah Juta Pelanggaran Lalin dalam DKI dan Sekitar Selama Pandemi

Hampir Setengah Juta Pelanggaran Lalin dalam DKI dan Sekitar Selama Pandemi

Uncategorized

Jakarta kacau

Polda Metro Jaya merekam angka pelanggaran lalu lintas yang terjadi selama pandemi Corona (COVID-19) mengalami peningkatan. Selama masa pemisahan sosial berskala besar (PSBB) asi di DKI Jakarta, tercatat tersedia 484. 302 pelanggaran lalu lintas.

“Di Indonesia penderitaan lalu lintas pada 2019 meningkat. Di wilayah Polda jumlah kesusahan dan pelanggaran lalu lintas dalam awal tahun 2020 sampai dengan Juni sudah tercatat 4. 708 kecelakaan laka lantas dan 484. 302 pelanggaran yang terjadi, ” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana saat memimpin upacara pasukan Operasi Patuh Jaya pada Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Nana mengutarakan, situasi saat ini yang sedang dilanda wabah virus Corona (COVID-19) rupanya tidak menurunkan angka pengingkaran lalu lintas. Bahkan di era PSBB transisi pelanggaran lalu lin mengalami peningkatan.

“Masalah saat ini bukan saja wabah COVID atau pidana, namun juga permasalahan lalu lin di mana permasalahan yang pati kemacetan, kecelakaan dan pelanggaran cerai-berai lintas, ” katanya.

Mengutip data dari world health organization (WHO), Kapolda mengatakan bahwa penderitaan menjadi penyebab kematian tertinggi pada dunia.

“Kita ketahui bersama WHO merilis kematian penderitaan lalu lintas menjadi penyebab kematian 10 tertinggi di dunia selain penyakit jantung stroke dll, ” tuturnya.

Melihat permasalahan tersebut, maka Polri menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 secara serentak mulai hari ini Kamis 23 Juli 2020 hingga tanggal 5 Agustus 2020. Dalam operasi ini, Polda Metro Jaya mengerahkan gerombolan 1. 807 personel gabungan TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta.

“Tujuan dari operasi itu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, sehingga mencegah risiko penularan COVID-19 dan meningkatkan kesadaran dalam tertib berlalu lintas, sehingga tercipta keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) dengan bervariasi program kegiatan melalui kegiatan preemtif 40 persen, preventif 40, represif 20 persen, ” tuturnya.

Ada 5jenis pelanggaran yang jadi prioritas sasaran operasi yaitu melawan arus, pengemudi dan penumpang motor tak menggunakan helm SNI, melanggar marka stop line, melintas di bahu jalan tol dan memakai rotator atau sirene tidak sesuai ketentuan.

(mea/mea)