Sebelumnya WDP, Kini Laporan Keuangan KPK Dapat Predikat WTP dari BPK

Sebelumnya WDP, Kini Laporan Keuangan KPK Dapat Predikat WTP dari BPK

Uncategorized

Jakarta porakporanda

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan predikat wajar tanpa pengkhususan (WTP) atas laporan keuangan KPK tahun 2019. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan hasil tersebut merupakan buah dari upaya pemeriksaan yang dilakukan KPK sepanjang 2019.

“Sudah dilakukan audit untuk laporan keuangan tahun 2019, yang sebagaimana diketahui laporan keuangan KPK tahun 2019 mendapatkan pendapat wajar tanpa pengecualian, ” sirih Alexander dalam webinar berjudul Talk Show Laporan Tahunan KPK 2019, Senin (27/7/2020).

Alex menyebut pada 2018 KPK memiliki predikat wajar dengan pengecualian (WDP) dari BPK. Alex menjelaskan zaman itu KPK mendapat catatan daripada BPK berkaitan dengan pengelolaan kekayaan.

“Sebelumnya tahun 2018 laporan KPK itu mendapat opini wajar dengan pengecualian yaitu menyangkut aset, ” sebutnya.

Alex mengatakan bersandarkan temuan-temuan BPK tahun 2018 itu, KPK melakukan sejumlah perbaikan dalam sepanjang 2019. Perbaikan itu mulai dari perbaikan dalam prosedur mematok tata kelola berkaitan dengan substansi.

“Tetapi itu telah berhasil kita perbaiki baik, sejak sisi prosedurnya, ketentuannya maupun peraturan kelolanya, sehingga semua temuan-temuan BPK tahun 2018 itu sudah kita selesaikan di tahun 2019. Jadi BPK memberikan opini WTP biasa tanpa pengecualian, ” tuturnya.

Untuk diketahui, pada 2018, laporan keuangan KPK mendapat nama WDP dari BPK. Salah kepala alasan KPK meraih opini WDP saat itu adalah luputnya pencatatan barang rampasan.

“Kalau KPK persediaan, karena memang semasa ini kan KPK itu membentuk persediaan barang rampasannya ini bagian yang lose dari perhatian KPK, bukan kesengajaan, tetapi tetap saja ini bagian yang penting pada pemeriksaan kita memengaruhi opini, ” kata anggota I BPK MENODAI, Agung Firman Sampurna, di auditorium Badiklat BPK, Jalan Kalibata Awam, Jakarta Selatan, Kamis 20 Juni 2019.

(ibh/dhn)