Negeri Jawab Perdebatan Bintang Mahaputra buat Fahri-Fadli

Negeri Jawab Perdebatan Bintang Mahaputra buat Fahri-Fadli

Uncategorized

Jakarta

Menko Polhukam Mahfud Md menjelaskan pemberian penghargaan bintang jasa mahaputra merupakan tradisi negara yang sudah tertuang dalam UNDANG-UNDANG Nomor 20 tahun 2009. Pemberian penghargaan tanda jasa itu telah berlangsung sejak tahun 2010.

“Selama ini mantan menteri kemudian mantan ketua dan pemangku ketua lembaga negara itu selalu diusulkan sejak adanya UU No. 20 tahun 2009 tentang menyelenggarakan tanda jasa dan tanda kehormatan. Nah UU itu dikeluarkan tarikh 2009 dan sejak tahun 2010 ditradisikan dalam acara kenegaraan bahwa pejabat dianggap berjasa, ” introduksi Mahfud dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (13/8/2020).

Kemudian untuk calon penerimanya, prawacana Mahfud, diusulkan oleh para lembaga negara. Hal itu tertuang dalam pasal 30 UU No. 20 tahun 2009.

“Di dalam pasal 30 UU tersebut menyatakan bahwa penyambut bintang jasa itu diusulkan sebab antara lain yang mengusulkan itu lembaga negara. Nah ketika lembaga negara mengusulkan, ya kita cari syarat-syaratnya, ada syarat umum ada syarat khusus, ” ujarnya.

Begitu juga dengan Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang saat ini tengah menjadi sorotan publik atas penghargaan itu. Mahfud menyebut keduanya diusulkan oleh lembaga negara. Mahfud menegaskan siapapun mampu diusulkan selama tidak memiliki perkara hukum.

“Yang kemarin banyak diperdebatkan itu mengapa Fahri Hamzah dan Fadli Zon itu mendapat juga bintang mahaputra. Darah, yang diletakkan oleh Dewan membuat tanda jasa dan tanda kehormatan itu adalah mereka yang diusulkan ada oleh lembaganya kalau itu pejabat negara bisa diusulkan lembaganya. Bahkan lembaga negara itu boleh mengusulkan juga orang yang tidak dari lembaganya, ” katanya.

“Semua tidak terkecuali, seluruh mantan ketua dan wakil kepala lembaga negara itu ya mendapat selama tak ada masalah norma, bahwa kemudian ada yang mendapat masalah hukum sesudah mendapat, itu disoal kemudian karena syaratnya tersebut pada saat diusulkan dan disetujui itu tidak ada masalah patokan, ” sambung Mahfud.

Pemberian penghargaan bintang jasa tersebut diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini di istana negeri. Selan Fahri dan Fadli, mutlak ada 53 orang yang mendapat bintang jasa.

(eva/gbr)