Terkuak di Kasus Pembunuhan WN Taiwan, Klinik Aborsi di Jakpus Dibongkar

Terkuak di Kasus Pembunuhan WN Taiwan, Klinik Aborsi di Jakpus Dibongkar

Uncategorized

Jakarta

Kasus pembunuhan WN Taiwan Hsu Ming Hu dengan tersangka Sari Sadewa berbuntut panjang. Sesudah Sari Sadewa membuat pengakuan melenyapkan korban lantaran dihamili korban serta diminta menggugurkan kandungannya, polisi mengaduk-aduk klinik aborsi tersebut.

“Pada saat itu, kehamilannya digugurkan dengan biaya oleh korban sendiri dengan upaya untuk gugurkan kandungannya. Dari situ dikembangkan oleh awak dengan dipimpin langsung oleh Resmob untuk mengembangkan pengguguran kandungan oleh SS itu, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan sata jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Dari pengembangan tersebut, petugas membongkar klinik aborsi tersebut di tanggal 3 Agustus 2020. Klinik tersebut berada di Jl Kenari, Senen, Jakarta Pusat.

“Berhasil mengamankan 17 orang, ” kata Yusri.

Yusri mengatakan, klinik aborsi itu dibongkar berdasarkan informasi pembukaan dari tersangka Sari Sadewa yang mengaku telah menggugurkan kandungannya pada tempat tersebut. Sari mengaku pengguguran itu dibiayai oleh Hsu Ming Hu.

“Jadi tersebut terungkap dari kejadian adanya pembunuhan WN Taiwan, yang saat ini masih kita lakukan pengejaran kepada DPO sebagai eksekutor, ” prawacana Yusri.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, kasus tersebut merupakan pengembangan dari tersangka Pati Sadewa yang mengaku melakukan aborsi di klinik tersebut.

“Pertama peristiwa aborsi yang tak sesuai ketentuan dan sudah diamankan 17 orang tersangka, ” kata Tubagus.

17 Simpulan itu adalah: 3 orang dokter, 1 orang bidan, 2 perawat, 4 orang pengelola dan 4 orang turut membantu melakukan, serta 3 orang pasien.

Seperti diketahui, sebelumnya polisi menangkap Sari Sadewa atas kasus pembunuhan WN Taiwan Hsu Ming Hu yang juga bosnya di kilang roti di Cikarang, Bekasi. Di dalam pemeriksaan, Sari Sadewa mengaku membunuh korban karena merasa sakit ganjil pernah dihamili oleh korban.

Namun korban tidak suka bertanggung jawab atas kehamilannya tersebut dan menyuruhnya menggugurkan kandungan. Pati mengaku diberi uang Rp 15 juta oleh korban untuk membatalkan kandungannya tersebut pada tahun 2018.

Belakangan terungkap, Pati Sadewa juga ternyata ingin memiliki harta milik korban. Dia lalu menyewa pembunuh bayaran sebesar Rp 150 juta untuk membunuh objek.

Para eksekutor kemudian membunuh korban di rumahnya di Cikarang, Bekasi pada tanggal 24 Juli 2020. Setelah itu, awak Hsu Ming Hu dibuang dalam Sungai Citarum, Subang dan segar ditemukan pada tanggal 26 Juli 2020.

Selain Pati Sadewa, tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Handik Zusen, AKP Ressa F Marasabessy dan AKP Rulian juga menangkap tersangka Alfiyan, Fitri dan Suyanto. Saat ini penjaga masih memburu 5 orang DPO lainnya dalma keasus pembunuhan itu.

(mei/mei)