Komnas HAM: Penyerang Polsek Ciracas Harus Diusut dan Diadili Terbuka

Komnas HAM: Penyerang Polsek Ciracas Harus Diusut dan Diadili Terbuka

Uncategorized

Jakarta

Komnas HAM menanggapi kasus penyerbuan Polsek Ciracas. Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menilai kasus ini harus diusut secara hukum.

“Kekerasan apapun nggak bisa dilakukan, untuk alasan nggak bisa dilakukan, dan siapapun yang melakukannya itu harus disusut secara patokan, ” ujar Choirul Anam, zaman dihubungi, Jumat (4/9/2020).

Anam mengatakan, proses hukum dengan berjalan harus transparan. Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat selalu dapat mengetahui penyebab dari terjadinya penyerangan tersebut.

“Ya dituntasin pengadilannya kudu transparan dan akuntabel agar barang apa diketahui oleh masyarakat banyak barang apa dibalik penyerangan ini, ” kata pendahuluan Anam.

Menurutnya, jalan hukum masalah ini dapat dikerjakan dengan model pengadilan koneksitas. Sehingga meski dalam penanganan militer, bangsa tetap dapat mengetahui perkembangan jalan hukum yang dilakukan.

“Harusnya koneksitas, kan bisa koneksitas. Jadi pengadilan koneksitas. Mekanisme koneksitas itu yang memungkinkan teman-teman media atau masyarakat yang kepingintahu apa penyebab dan sebagainya itu semoga akses informasinya, ” tuturnya.

“Mekanisme koneksitas itu istimewa, salah satunya memang untuk melihat apa sih akar masalahnya. Maka tidak ada asumsi-asumsi di balik penyerangan itu. karena pengadilannya semoga diakses oleh publik, bisa semoga problem-problem diketahui oleh publik. Kalau di mekanisme yang lain nggak pas, ” sambungnya.

Anam menilai, terlalu jauh bila penyerangan yang terjadi dikaitkan dengan perbedaan kesejahteraan prajurit TNI secara Polri. Oleh sebab itu dia menilai perlu adanya proses patokan yang terbuka.

“Nggak lah, itu terlalu jauh itu. Makanya ini harus diselesaikan melalaikan mekanisme pengadilan koneksitas, nggak mampu diadili melalui mekanisme pengadilan tentara. Ini bukan dalam konteks oprasi perang, itu bukan dalam konteks pelanggaran perang. Agar publik cakap apa yang terjadi. Makanya pengadilannya pengadilan terbuka biar tahu barang apa masalahnya, ” pungkasnya.

(dwia/fjp)