Gugatan Hak Asuh Anak Ditolak Ketua, Keluarga Jamaluddin Ajukan Banding

Gugatan Hak Asuh Anak Ditolak Ketua, Keluarga Jamaluddin Ajukan Banding

Uncategorized

Medan

Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Medan menolak gugatan yang diajukan keluarga hakim Jamaluddin atas sah asuh anak hasil pernikahan Jamaluddin dan Zuraida Hanum. Pengacara tim Jamaluddin menyatakan banding.

“Itu sejak 27 Agustus telah diputus. Putusannya NO ( Niet Ontvankelijke Verklaard ). NO itu kan bahwa pasal itu tidak dapat diterima jadi sebuah perkara perdata, ” sebutan Pengacara keluarga Jamaluddin, Jafaruddin, pada wartawan di Medan, Kamis (10/9/2020).

Jafar mengaku tak mengerti mengapa majelis memutus NO. Menurutnya, majelis tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang ada di persidangan.

“Saya nggak ngerti juga dengan putusan cantik yang seperti itu. Karena dalam amar pertimbangan hukumnya itu, pertimbangannya bahwa tidak ada surat pernyataan dari si pemohon dari Jiwa Kenny Akbari Jamal (anak Jamaluddin) bahwa dia sanggup untuk mengasuh, untuk membiayai adiknya itu. Padahal di sisi yang lain kan si Kenny-nya didengar juga kesaksiannya di dalam persidangan, ” ucap Jafar.

Jafar menyebut Kenny telah menerangkan sanggup dan mampu sekaligus berniat mengasuh adiknya. Kenny disebut sangat mengharapkan bisa menjadi wali bagi adiknya itu dan menyatakan sanggup terhadap pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan lainnya.

“Lalu untuk apalagi surat pernyataan seperti itu. Makanya di saat kita ajukan pembuktian menghantam bukti tertulis mengenai perkara itu kita nggak lagi ajukan surat pernyataan itu karena kita ibarat bahwa keterangan di depan menawan di ruang persidangan itu merupakan sudah merupakan pengakuan. Pengakuan itu kan bukti yang sempurna di dalam hukum, ” ujar Jafar.

Dia juga menyoroti pertimbangan majelis hakim yang menyatakan kudu ada rekomendasi dari Dinas Sosial. Jafar mengatakan dirinya tidak sependapat dengan majelis karena menurutnya hal itu tidak diperlukan.

“Nah, dalam hal ini awak beda pendapat dengan majelis, jika menurut saya untuk adopsi anak yang diambil dari panti ataupun anak yang diadopsi secara awak, anak orang lain menjadi bani seseorang itu mungkin diperlukan tersebut. Diperlukan rekomendasi Dinas Sosial. Akan tetapi bukankah ini adik kandungnya, jika menurut saya tidak diperlukan tersebut, ” sebut Jafar.

“Saya kira itu. Makanya menurut saya putusan majelis itu invalid cukup mempertimbangkan fakta-fakta persidangan dengan ada, ” sambungnya.

Dia juga mengungkit vonis tewas terhadap Zuraida. Oleh sebab itu, katanya, keluarga Jamaluddin mengajukan melaksanakan.

“Sesuai demgan jalan hukum yang berlaku kita usikan upaya hukum kita banding. Telah kita daftarkan kemarin 8 September, ” sebut Jafar.

Sebelumnya, Zuraida bersama dua karakter lainnya, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi telah divonis bersalah mengabulkan pembunuhan terhadap Jamaluddin. Zuraida divonis mati, Jefri divonis penjara seumur hidup, dan Reza divonis 20 tahun penjara.

(haf/haf)