Penjelasan Polri Absen di Sidang Praperadilan Irjen Napoleon Bonaparte

Penjelasan Polri Absen di Sidang Praperadilan Irjen Napoleon Bonaparte

Uncategorized

Jakarta

Polri menjelaskan alasan pihaknya absen pada sidang praperadilan mantan Kadiv Hubungan Internasional Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Tim penyidik Polri masih perlu koordinasi sebelum menghadiri sidang praperadilan tersebut.

“Terkait praperadilan yang diajukan tersangka NB dan pengacaranya memang betul sebati pengadilan Jaksel bahwasanya hari itu sebenarnya kita menghadapi praperadilan daripada tersangka NB dan pengacaranya. Tetapi perlu rekan-rekan ketahui, tim perlu koordinasi dan duduk bersama sehingga hari ini belum bisa menghadiri, ” kata Karo Penmas Bagian Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2020).

Awi menyampaikan, Polri hendak hadir dalam jadwal sidang praperadilan berikutnya.

“Tentunya, di lain waktu minggu depan sesuai dengan panggilan berikutnya tentunya tim akan siap untuk menghadapi praperadilan tersebut, ” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Kadiv Hubungan Internasional Irjen Napoleon Bonaparte mengajukan praperadilan ke Pengadilan Jati Jakarta Selatan. Napoleon meminta penetapan tersangkanya oleh Bareskrim digugurkan.

Praperadilan terdaftar dengan bagian perkara 115/Pid. Pra/2020/PN JKT. SEL di PN Jakarta Selatan. Konvensi diagendakan pada hari ini.

“Iya (ajukan praperadilan) keadaan ini sidangnya, saat ini wasit belum mulai, karena Polri belum datang sampai sekarang, ” perkataan pengacara Napoleon, Putri Maya Rumanti, saat dikonfirmasi, Senin (21/9).

Putri mengatakan salah satu petitum yang diajukan dalam aplikasi praperadilan adalah soal penetapan simpulan. Termohon dalam praperadilan ini merupakan Bareskrim Polri.

Tetapi sidang praperadilan ditunda. Sidang ditunda karena Polri sebagai termohon tak hadir.
“Sidang nggak berjalan sebagaimana mestinya, karena termohon tidak hadir dalam sidang perdana tersebut. Sehingga hakim pun memberikan jalan kepada termohon, yaitu Polri, sebagai termohon dalam tenggang waktu kepala minggu, sejak hari ini, ” ujar pengacara Napoleon, Gunawan Raka, dalam video yang diterima dari tim pengacara Napoleon,

Sidang dilanjutkan pada Senin (28/9). Sidang dilanjutkan dengan agenda interpretasi surat permohonan.

(knv/knv)