Persen II Minta Bawaslu-Polri Tegas Tindak Pelanggar Protokol COVID di Pilkada

Persen II Minta Bawaslu-Polri Tegas Tindak Pelanggar Protokol COVID di Pilkada

Uncategorized

Jakarta kepala

Bawaslu RI masih menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di masa kampanye Pilkada 2020. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Arwani Thomafi mendesak Bawaslu dan Polri lebih tegas di menindak serta memberi sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Bawaslu dan Polri harus lebih tegas dan bagak memutuskan sanksi pembubaran jika sungguh ada pelanggaran protokol kesehatan COVID-19, ” ujar Arwani kepada kuli, Kamis (28/9/2020).

Bertambah lanjut Arwani mengatakan Bawaslu mempunyai landasan hukum yakni Peraturan KPU (PKPU) No 12 Tahun 2020 dan Peraturan Bawaslu. Sedangkan Polri memiliki landasan Maklumat Kapolri terpaut kepatuhan protokol kesehatan di Pilkada 2020.

“Bawaslu punya dasar PKPU dan Perbawaslu, sedang Polri bisa menggunakan maklumat Kapolri, ” ujar Arwani.

Arwani juga menjelaskan dalam PKPU terbaru sudah memurukkan soal sanksi pelanggaran protokol kesehatan di tahapan kampanye. Sanksi itu berupa pembubaran hingga pengurangan bagian kampanye bagi bakal pasangan bahan yang melanggar protokol kesehatan.

“Untuk sanksi di tahap kampanye berupa pembubaran kampanye dan pengurangan jatah kampanye paslon, hamba kira untuk dasar hukum dengan menggunakan PKPU itu sudah cukup, ” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pelanggaran protokol kesehatan tubuh pencegahan COVID-19 masih ditemukan di dalam kampanye hari pertama dan hari kedua. Pada kampanye hari perdana, Bawaslu menemukan 8 kegiatan usaha paslon Pilkada melanggar ketentuan implementasi protokol kesehatan, mulai dari pertemuan tatap muka lebih 50 orang, tidak menjaga jarak, hingga paslon menghadiri acara relawan. Pelanggaran itu terjadi di Bandung, Mojokerto, had Medan.

Kemudian dalam hari kedua, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengatakan ada 10 kampanye pasangan calon Pilkada 2020 yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Ia mengungkapkan 10 kampanye dengan melanggar protokol kesehatan itu tersebar di berbagai daerah yaitu Sumatera Barat (Sumbar), Jawa Tengah (Jateng), hingga Jawa Timur (Jatim).

“Ditemukan 10 kegiatan persuasi yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yaitu pembatasan total peserta kampanye, penggunaan masker, menjaga jarak, dan fasilitas cuci tangan, ” kata Komisioner Bawaslu MENODAI Mochammad Afifuddin dalam keterangan terekam, Senin (28/9).

(hel/mae)