Pada Paripurna, Demokrat Sebut RUU Cipta Kerja Cacat!

Pada Paripurna, Demokrat Sebut RUU Cipta Kerja Cacat!

Uncategorized

Jakarta

Fraksi Golongan Demokrat DPR RI menyatakan menegasikan RUU tentang Cipta Kerja (Ciptaker) disahkan menjadi UU. Fraksi Demokrat menilai RUU Ciptaker cacat metode karena tidak melibatkan banyak bagian masyrakat dalam pembahasannya.

Penolakan tersebut disampaikan Fraksi Demokrat dalam rapat paripurna yang digelar di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Pandangan Bagian Demokrat disampaikan Marwan Cik Asan. Ada sejumlah pertimbangan disampaikan, dalam salah satunya Fraksi Demokrat memperhitungkan RUU Cipta Kerja telah membayangkan pergeseran semangat Pancasila.

“Keempat, Fraksi Partai Demokrat memandang RUU Cipta Kegiatan mencerminkan RUU ini telah mencerminkan bergesernya Pancasila, utamanya sila Kesamarataan Sosial ke arah ekonomi dengan terlalu kapitalistik dan terlalu liberalistik, ” kata Marwan dalam rapat.

Selain itu, Bagian Demokrat menilai proses pembahasan RUU Ciptaker kurang transparan. Sebab, sebut Marwan, pembahasannya tidak banyak elemen masyarakat yang ikut di dalamnya.

“Kelima, selain invalid substansi, RUU Cipta Kerja itu juga cacat prosedur. Fraksi Golongan Demokrat menilai proses pembahasan hal-hal yang krusial dalam RUU Cipta Kerja ini kurang transparan dan akuntabel, tidak banyak melibatkan bagian masyarakat, pekerja dan jaringan civil society, ” terangnya.

Pertimbangan itulah yang menjadi pokok Demokrat menolak RUU Cipta Kerja. Fraksi partai berlambang mirip mercy itu menyarankan agar RUU Ciptaker dibahas kembali.

“Berdasarkan argumentasi di atas, maka Bagian Partai Demokrat kembali menyatakan menentang RUU Cipta Kerja pada burit hari ini. Kami menilai banyak sekali hal yang harus dibahas balik secara mendalam dan komprehensif. Kita tidak perlu terburu-buru, ” sebut Marwan.

(zak/tor)