Bukan Penjara, Jaksa Tuntut Bos PS Store Putra Siregar Bayar Denda Rp 5 M

Bukan Penjara, Jaksa Tuntut Bos PS Store Putra Siregar Bayar Denda Rp 5 M

Uncategorized

Jakarta

Majikan PS Store, Putra Siregar, dituntut jaksa membayar denda Rp 5 miliar subsider 4 bulan rumah. Putra dinilai jaksa terbukti melakukan penimbunan dan menjual barang memasukkan di luar wilayah kepabeanan.

Putra diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 103 huruf d UU RI Nomor 17 Tarikh 2006 tentang Perubahan dan UU RI Nomor 10 1995 Mengenai Kepabeanan. Jaksa membacakan surat tuntutan Putra pada Kamis (8/10).

“Mengutip ketentuan pidana kausa diatas sifatnya kumulatif atau pilihan, karenanya dituntut membayar pidana dam Rp 5 miliar jika tak dibayar diganti dengan kurungan (subsider) 4 bulan, ” ujar jaksa penuntut umum, Milono, kepada detikcom, Minggu (11/10/2020).

Adapun bunyi Pasal 103 huruf d yakni:

Menimbun, menyimpan, memiliki, mengambil, menjual, menukar, memperoleh, atau menyerahkan barang impor yang diketahui ataupun patut diduga berasal dari aksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pencetus 102 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tarikh dan pidana penjara paling periode 8 (delapan) tahun dan/atau kejahatan denda paling sedikit Rp100. 000. 000, 00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp5. 000. 000. 000, 00 (lima miliar rupiah).

Sementara itu, pengacara Putra, Rizki Rizgantara membenarkan tuntutan jaksa itu. Rizki mengatakan kliennya akan mengajukan pembelaan atau nota pembelaan pada sesi mendatang yang akan digelar 19 Oktober 2020.

“Dituntut dengan pidana denda maksimal, Rp 5 miliar, jaksa menuntut suntuk, ” ujar Rizki saat dihubungi terpisah.

“Nggak ada (pidana penjara), kan waktu tahap penyidikan sudah nitip Rp 500 juta, sama ada rumah jadi jaminan itu diitung juga belakang dikonversikan. Kami pleidoi tanggal 19 Oktober, ” sambung Rizki.

Diketahui, Putra Siregar didakwa menimbun dan menjual barang memasukkan di luar wilayah kepabeanan. Jaksa menyebut perbuatan bos PS Store merupakan tindak pidana.

“Bahwa terdakwa Putra Siregar bin Imran Siregar menimbun, menyimpan, memiliki, membeli, menjual, menukar, memperoleh, ataupun memberikan barang impor yang diketahui atau patut diduga berasal lantaran tindak pidana, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102, ” ujar jaksa penuntut umum, Elly Supaini, zaman membacakan surat dakwaan.

(zap/dhn)