Paparkan Capaian Kerja, Kejagung Pamer Selamatkan Uang Negara di Kasus Jiwasraya

Paparkan Capaian Kerja, Kejagung Pamer Selamatkan Uang Negara di Kasus Jiwasraya

Uncategorized

Jakarta semrawut

Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelajahkan hasil kinerja dalam satu tarikh. Dalam pemaparannya, Kejagung memamerkan masukan pencapaian tentang penyelamatan kerugian keuangan negara akibat kasus korupsi Jiwasraya yang mencapai Rp 16, 8 triliun.

“Perkara aksi pidana korupsi yang menarik perhatian, penuntutan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana investasi sebab PT Asuransi Jiwasraya dengan enam terdakwa dan 13 manajer investasi selaku pelaku korporasi yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp16. 807. 283. 375. 000, ” kata Kepala Pusat Penerangan Adat (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono pada jumpa pers di Kompleks Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Mutakhir, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, Hari mendokumentasikan di bidang pidana khusus, sudah menyelamatkan kerugian negara senilai Rp 19, 6 triliun dan RM 1. 412. Kerugian itu merupakan akumulasi selama kurun satu tarikh.

“Dalam setahun periode jaksa agung menjabat, Kejaksaan telah melakukan penyelamatan keuangan negara dengan total Rp 19. 629. 250. 912. 165, serta RM 1. 412, ” ujarnya.

Dalam rincian dalam bidang pidana khusus, terdapat perkara Danareksa yang merugikan kerugian negara sebesar Rp 150 miliar. Tatkala untuk kasus importasi tekstil pada Direktorat Bea Cukai 2018, penyidik menyelamatkan kerugian negara senilai Rp 1, 6 triliun. Dalam bidang pidana khusus total aset dengan dipulihkan dari hasil barang rampasan senilai Rp 496 miliar.

Di bidang intelijen, Kejagung memiliki program tangkap buron (tabur). Selama satu tahun ini, Kejagung pun telah menangkap 101 buronan.

“Sehubungan dengan pelaksanaan tugas Jaksa Agung Republik Indonesia, salah satu program unggulan dengan dimiliki oleh Kejaksaan RI adalah tabur 31. 1 yaitu sepadan program penangkapan buronan sebagai pengejawantahan penyelesaian penanganan perkara secara sempurna. Dalam setahun ini, Kejaksaan telah berhasil menangkap sebanyak 101 buronan, ” kata Hari.

Hari mengatakan penangkapan buron tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tapi juga di luar kampung. Kerugian negara yang terkumpul dari para buronan itu senilai Rp 882 miliar.

“Penangkapan tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga yang berada di luar negeri untuk dipulangkan ke Indonesia. Kejaksaan tidak cuma berfokus pada menangkap orang semata-mata, melainkan juga terus berupaya menyumbangkan pendapatan melalui PNBP. Adapun mutlak kerugian negara yang ditimbulkan oleh para buronan yang berhasil ditangkap Kejaksaan sebesar Rp. 882. 506. 952. 671, ” ujarnya.