Tersangka Jual-Beli Senpi di Nabire Maka 3 Orang, Eks TNI Ikut Terlibat

Tersangka Jual-Beli Senpi di Nabire Maka 3 Orang, Eks TNI Ikut Terlibat

Uncategorized

Jakarta

Tersangka kasus jual-beli senjata api di Nabire, Papua, bertambah menjadi 3 orang. Besar orang tersangka baru yakni seorang ASN dan seorang eks bagian TNI AD.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengutarakan tiga tersangka dikenakan Pasal satu ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951. Tersangka baru yakni seorang oknum anggota Brimob Kelapa Dua Bripka MJH.

Seperti dilansir Antara , Senin (2/11/2020), dua orang tersangka baru yakni seorang ASN berinisial DC (39) yang juga anggota Perbakin Nabire serta seorang eks anggota TNI AD berinisial FHS (39).

Ketiga tersangka beserta barang bukti berupa tiga pucuk senjata api, yakni jenis M16, M4, dan glock diamankan pada Polda Papua untuk diproses lebih lanjut. Hal ini disampaikan Irjen Paulus didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dalam jumpa pers di Jayapura.

Paulus mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap oknum Brimob yang bertugas di Brimob Kelapa Dua telah tujuh kali membawa senjata api ke Nabire dengan upah berkisar dari Rp 10-30 juta tergantung jenis senjata api yang dibawa.

Senjata api itu dijual kepada pemesan melalui DC dengan harga berkisar Rp 300-350 juta tergantung jenis. Saat terkait polisi masih mencari pemesan berinisial SK.