Urusan ABG Jaksel Dihamili, Komnas PA: Ortu Harus Beri Perhatian Tambahan

Urusan ABG Jaksel Dihamili, Komnas PA: Ortu Harus Beri Perhatian Tambahan

Uncategorized

Jakarta berantakan

Polda Metro Jaya mengungkap kasus penculikan dan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 16 tahun oleh seorang buruh berinisial AAB (20). Atas kasus itu, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menodong orang tua memberikan perhatian basi terhadap anak.

Pemimpin Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan dalam masa pandemi COVID-19, peristiwa kekerasan terhadap anak malah tidak ada penurunan. Padahal, sebutan dia, saat ini anak-anak diharuskan tetap tinggal di rumah demi mencegah penularan wabah virus itu.

“Kan padahal anak harus tinggal di rumah, itu artinya pengawasan orang tua sedang sangat lemah. Dari peristiwa tersebut, Komnas PA mengimbau kepada karakter tua agar betul-betul memberikan menggubris ekstra terhadap anak-anak, ” sekapur Arist dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/11/2020).

Arist menyinggung soal kegiatan belajar pada rumah yang kini mulai mendirikan anak bosan. Dia pun mewanti-wanti para orang tua agar tak melakukan kekerasan yang bisa mengakibatkan anak ke luar rumah.

“Selama anak stay at home atau sekolah belum tatap membuang maka perlu ada ekstra menggubris. Karena anak kita ada yang bunuh diri sekalipun ketika tempat belajar online , ” ujar Arist.

Arist mengimbau orang tua agar memberi ruang komunikasi dengan budak sebesar-besarnya. Jika tidak, kata dia, anak-anak dapat saja mengambil bagian sendiri yang sangat berisiko.

“Saya kira perlu dipikirkan bagaimana anak-anak ini bisa dikasih akses seluas-luasnya komunikasi dengan wali. Karena kalau tidak, anak-anak tersebut akan mengambil sikap sendiri, ” katanya.

Terhadap peristiwa pencabulan terhadap anak berusia 16 tahun ini, Komnas PA menodong aparat yang berwajib agar bisa menjarah pelaku dengan pasal berlapis. Alasannya, Arist menyebut persetubuhan karakter terhadap korban ada unsur pemaksaan dan kesengajaan.

“Tadi saya tanya, ternyata ada bagian paksaan sehingga bisa dikenakan pasal berlapis. Jadi ketika itu urusan berlapis bisa di atas 15 tahun sebenarnya kurungannya, ” katanya.

“Ini kejahatan istimewa, karena dia tahu persis kalau itu anak 16 tahun. Akan tetapi dia lakukan tindakan kejahatan erotis sampai hamil. Jadi ada unsur kesengajaan di situ maka sebetulnya saya kira pasal tambahan sudah tepat, ” sambungnya.

(fas/mea)