Komando Tegas Prajurit Harus Netral Usai Nyanyian Sambut HRS Viral

Komando Tegas Prajurit Harus Netral Usai Nyanyian Sambut HRS Viral

Uncategorized

Jakarta

Senandung prajurit TNI AU Serka BDS menyambut kedatangan Habib Rizieq Syihab (HRS) berbuah sanksi dan penahanan. Prajurit TNI diimbau selalu menjaga netralitas.

Peristiwa ini berawal saat seorang tentara TNI AU membuat video saat menyanyikan lagu sambutan atas kedatangan Habib Rizieq yang kemudian viral.
Dalam video yang viral di media sosial, Serka BDS memakai pakaian dinas lapangan (PDL) TNI dengan pet biru khas TNI AU. Saat bersenandung, ia menurunkan separuh maskernya.

Pada video berdurasi 24 detik itu, Serka BDS bernyanyi secara nada-nada religi. Kata-katanya ia penukar dengan kalimat penyambutan kepada Buah hati Rizieq, pimpinan FPI, yang mutakhir tiba dari Arab Saudi ke Tanah Air.

“Marhaban pemimpin FPI, Allah… Allah…. Disambut prajurit TNI, Allah… Allah…. Marhaban Ahlan Wa Sahlan, Marhaban Habib Rizieq Syihab. Takbir, Allahu Akbar! ” demikian syair lagu yang dinyanyikan Serka BDS. Di akhir videonya, Serka BDS berpose salam komando.

Kadispen TNI AU (Kadispenau) Marsma Fajar Adriyanto membenarkan pria yang berada dalam video viral itu adalah prajuritnya. Serka BDS ialah salah satu personel dari Satuan Pemeliharaan (Sathar) yang bermarkas di Pelik Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Memang itu anggota TNI AU. Dia sudah melanggar hukum disiplin militer. Akan kita tindak tapi harus menunggu penyelidikan sebab POM (Polisi Militer) dan intelijen, ” ujar Marsma Fajar masa dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (11/11/2020).

Serka BDS Ditahan POM TNI AU

TNI akan menyiapkan hukuman kepada Serka BDS yang merekam dirinya saat menyanyikan lagak sambutan atas kedatangan Habib Rizieq.

“Sekarang sudah ditahan di POM, sedang didalami untuk kita tahu apa hukuman yang sesuai dengan yang perbuatannya, ” kata Kadispen TNI AU (Kadispenau) Marsma Fajar Adriyanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (11/11/2020).

Fajar mengatakan Serka BDS telah melanggar disiplin militer. Era ini TNI masih menunggu pengkajian.

“Dia sudah mengabaikan hukum disiplin militer. Akan kita tindak tapi harus menunggu pengkajian oleh pom dan intelijen, ” tuturnya.